Tak hanya itu, bahkan Denny menyindir pengeluaran KPK untuk melaksanakan operasi penangkapan tak sebanding dengan kasus yang diusut.
"Anggaran operasional @KPK_RI disetujui Rp 1,3 triliun atau seribu tiga ratus milyar rupiah. Dapetnya kasus 1 milyar, 2 milyar," ujarnya.
Ia bahkan menanyakan kapan KPK bisa 'balik modal'.
"Kapan balik modalnya?," tanyanya pada cuitan tersebut.
Cuitan ini kemudian dikomentari oleh salah satu warganet, @ariefbolip. Akun ini membantah pernyataan Denny.
"Bahaya nih mindset gini. KPK bukan perusahaan yang tujuannya BEP atau balik modal. Kalau KPI dia duit mah malah bahaya dong bos," komentar akun @ariefbolip.
Denny pun menanggapi komentar ini dengan menuliskan "Loh ya harus dong. Daripada pengeluaran lebih besar daripada yang didapat, mending KPK lebur aja sama kejaksaan sekalian," tanggapan Denny.










