Terkini, Jeneponto - Semangat pengabdian dan dedikasi yang tak pernah padam kembali terpancar jelas di lokasi pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1425/Jeneponto. Berada di Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, hari ini, Senin, 27 April 2026, menjadi saksi bagaimana kerja keras dan kebersamaan menghasilkan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga kuat dan bermanfaat untuk waktu yang lama.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pembangunan, tampak pemandangan yang menginspirasi. Personel TNI bersama warga masyarakat bekerja dengan penuh ketelitian dan fokus menyelesaikan pembangunan talud. Bagian struktur ini memiliki peran yang sangat vital, ibarat tulang punggung yang menjaga kekokohan jalan yang sedang dibangun.
Proses pengerjaan dilakukan dengan langkah-langkah yang cermat dan terencana. Batu-batu alam disusun satu per satu dengan rapi, kemudian diikat dan diperkuat menggunakan campuran semen yang berkualitas. Tidak ada bagian yang dikerjakan secara asal-asalan, karena seluruh pihak memahami betapa pentingnya struktur ini. Talud yang kokoh nantinya akan berfungsi menahan tekanan tanah di sisi jalan, mencegah terjadinya longsor, serta memastikan badan jalan tetap stabil dan aman dilalui, bahkan saat menghadapi hujan lebat atau cuaca buruk sekalipun.

Lebih dari sekadar hasil fisik yang terbentuk, kegiatan ini juga semakin mempererat ikatan persaudaraan. Terlihat jelas tidak ada sekat pembeda antara anggota TNI, Polri, dan warga. Semua bahu-membahu, saling membantu dan bergantian menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana kekuatan terbesar datang dari rasa kebersamaan dan tanggung jawab bersama.
Dansatgas TMMD ke-128 sekaligus Dandim 1425/Jeneponto, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, menjelaskan bahwa pembangunan talud ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari standar kualitas yang telah ditetapkan. Baginya, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu itu penting, namun memastikan hasilnya awet dan berguna jauh lebih utama.
“Kami tidak hanya sekadar mengejar target agar pembangunan selesai sesuai jadwal. Yang jauh lebih kami utamakan adalah mutu dan ketahanannya. Prinsipnya sederhana, jika talud yang menjadi penyangga ini kuat, maka otomatis jalan yang kita bangun akan jauh lebih aman dan dapat digunakan dalam waktu yang panjang. Kami ingin karya ini menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam melihat antusiasme semua pihak yang terlibat. Berkat kerja sama yang erat, kemajuan pekerjaan bahkan melampaui rencana awal yang telah disusun.
“Alhamdulillah, hasilnya hari ini sangat memuaskan. Sinergi yang terjalin antara Satgas dan masyarakat sangat luar biasa. Inilah kuncinya, ketika kita bekerja dengan hati yang tulus dan tujuan yang sama, pekerjaan yang berat sekalipun akan terasa ringan dan selesai lebih cepat dari perkiraan,” tambahnya.
Ke depannya, infrastruktur yang kokoh ini diharapkan membawa dampak yang luas bagi kehidupan warga. Khususnya bagi para petani, akses jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar, memangkas biaya pengiriman, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta taraf hidup masyarakat setempat.
“Harapan kami sederhana saja, semoga apa yang kami bangun bersama ini benar-benar menjadi jalan kemajuan. Semakin lancar akses perjalanan, maka semakin cepat pula roda perekonomian kita berputar menuju kesejahteraan bersama,” pungkasnya.










