Terkini, Jeneponto - Proses demokrasi di tingkat desa kembali berjalan dengan tertib dan penuh khidmat. Kantor Desa Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, menjadi saksi sejarah terselenggaranya pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode baru, Senin, 27 April 2026.
Yang menjadi catatan istimewa dalam kegiatan ini adalah nuansa religius yang sangat kental. Berbeda dengan biasanya, panitia penyelenggara kali ini diisi oleh para Penyuluh Agama Islam. Hal ini membawa semangat baru bahwa pembangunan desa tidak hanya soal beton dan aspal, tetapi juga soal pembangunan jiwa dan karakter masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung lancar dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Jenetallasa, Basir Suaming, beserta jajaran perangkat desa lainnya seperti Yunita, Saniar Sala, dan Zaenab. Suasana terasa sangat akrab namun tetap menjunjung tinggi tata tertib dan demokrasi.

Melalui proses musyawarah dan pemilihan yang demokratis, akhirnya terpilih lima nama yang akan mengemban amanah sebagai wakil rakyat di desa tersebut untuk periode mendatang. Mereka adalah:
1. Sampara (Terpilih sebagai Ketua)
2. Muslimin
3. Mariani
4. Sinarti
5. Muhammad Eizlan Aryana Kahar
Kepala Desa, Basir Suaming, menyambut baik hasil pemilihan ini. Ia berharap BPD yang baru ini dapat menjadi mitra kerja yang solid dan strategis bagi pemerintah desa, bersama-sama memajukan Jenetallasa ke arah yang lebih baik dan sejahtera.
Dalam arahannya, Jupri, selaku Penyuluh Agama Islam Kemenag Jeneponto yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia, menyampaikan pesan yang sangat menyentuh dan menjadi arah utama bagi kepengurusan baru ini.
"Kami menitipkan Desa Jenetallasa kepada Bapak dan Ibu yang terpilih. Jika nanti ada usulan pembangunan fisik, tentu itu sangat kita butuhkan. Namun, kami meminta agar pembangunan rohani juga mendapat perhatian yang sama seriusnya. Jangan sampai desa kita maju fisiknya tapi kosong spiritualnya," ujar Jupri dengan tegas.
Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa kemajuan sebuah desa harus seimbang antara materi dan moral, antara infrastruktur yang kokoh dengan akhlak yang mulia.
Merespons hal tersebut, Sampara selaku Ketua BPD terpilih menyatakan kesiapannya penuh. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait pembinaan keagamaan akan menjadi prioritas dalam program kerja ke depan.
"Kami menyambut baik pesan ini dan siap mengawal aspirasi warga. Kami tidak akan fokus pada fisik saja. Insya Allah, ke depannya kami akan merancang program pengkaderan dai atau ustadz, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya, agar pendidikan agama di desa kita terus terjaga dan berkembang," tegas Sampara.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, diharapkan sinergi antara pemerintah desa, lembaga perwakilan, dan tokoh agama semakin erat. Terwujudlah Desa Jenetallasa yang tidak hanya maju dan makmur secara materi, tetapi juga kaya akan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.










