Di sisi lain, Dr. Hendra Pachri selaku dosen di Universitas Hasanuddin dan juga sebagai orang tua santri, mengungkapkan bahwa VTHQ memiliki kawasan yang sejuk dan nyaman bagi para santri.
“VTHQ memiliki kawasan yang sejuk dan nyaman untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an bagi santri dengan bimbingan langsung oleh ustadz yang berkompeten. Rasio kurikulum bidang agama dan umum seimbang, sehingga santri mempunyai peluang untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi umum. Kami melihat seluruh staf akademik mempunyai kesadaran mengedepankan komunikasi dengan para orang tua," terangnya.
Chaidir Syam selaku Bupati Maros yang memondokkan anaknya di lembaga ini juga menuturkan bahwa pendampingan yang diterapkan juga sangat baik, ibarat adik dan kakak. Juga membangun komunikasi yang baik antara Pembina dengan para orang tua. Sehingga orang tua santri dapat memantau perkembangan anak-anak mereka secara tidak langsung.
“VTHQ yang berada di daerah pegunungan dan memiliki tempat yang luas, serta udara sejuk untuk menunjang para santri beraktivitas. Selain itu metode pembelajarannya sudah sangat baik, dimana dipadukan dengan kegiatan ekstrakulikuler. Sehingga santri dapat menyalurkan potensi dan bakatnya,” paparnya.

Kepala Kesetaraan VTHQ, Ustadz Hadianto, SH berharap VTHQ dapat menjadi salah satu lembaga pendidikan Qur'ani terkemuka di Indonesia, dengan senantiasa melahirkan generasi yang cinta Al-Qur'an, agama, bangsa, dan negara serta mempunyai akhlak mulia.
Adapun kegiatan harian santri berupa: kelas umum, untuk menambah wawasan keislaman dan pengetahuan umum dengan pembaharuan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan zaman. Tarbiyah, untuk pembentukan karakter. Kajian keislaman, dengan membahas fenomena kontemporer dalam konsep islam. Pembinaan keagamaan, dengan menjalin Kerjasama dengan masyarakat/instansi setempat. Serta pelatihan skill, untuk meningkatkan skill para santri dalam bidang yang ingin ditekuni.
Citizen Reporter: Musfirah Rahman










