PSM Makassar Jadi Korban, Liga 1 Kembali Dihantui Masalah Infrastruktur

PSM Makassar Jadi Korban, Liga 1 Kembali Dihantui Masalah Infrastruktur

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar – Liga 1 Indonesia kembali dihadapkan pada isu klasik: buruknya infrastruktur stadion. Kali ini, Stadion Soepriadi, Kediri, menjadi sorotan setelah pertandingan antara Arema FC dan PSM Makassar, Senin, 10 Februari 2025, meninggalkan lebih dari sekadar hasil di papan skor.

Lapangan yang jauh dari standar ideal menyebabkan beberapa pemain PSM mengalami cedera, memicu kemarahan pelatih mereka, Bernardo Tavares.

"Saya tidak mengerti bagaimana kami terus bermain di kondisi seperti ini. Ini musim kedua kami menghadapi situasi yang sama. Sekarang, pemain kami cedera karena lapangan," kata Tavares usai laga.

Komentar Tavares mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas: Liga 1 bercita-cita menjadi kompetisi terbaik di Asia, tetapi masih berhadapan dengan masalah mendasar seperti kualitas lapangan.

"Kami ingin liga ini maju, tapi bagaimana mungkin jika lapangan saja tidak layak? Tidak ada perlindungan bagi pemain," tambahnya.

Lapangan Buruk, Ancaman Nyata bagi Pemain

Kasus di Stadion Soepriadi bukan yang pertama. Sejumlah stadion di Liga 1 kerap dikeluhkan karena kondisi lapangan yang tidak rata, berlubang, atau bahkan becek saat hujan.

Padahal, FIFA telah menetapkan standar kualitas rumput dan perawatan lapangan yang ideal untuk menghindari cedera pemain.

Di Eropa, kualitas lapangan menjadi prioritas utama, dengan pengawasan ketat dari federasi sepak bola. Namun di Indonesia, standar tampaknya masih jauh dari harapan.

Pemain dituntut menampilkan performa terbaik, tetapi sering kali harus beradaptasi dengan lapangan yang lebih mirip medan tempur.