Perang Data Pertumbuhan Ekonomi: Danny Pomanto vs Andi Sudirman, Siapa Juara?

Perang Data Pertumbuhan Ekonomi: Danny Pomanto vs Andi Sudirman, Siapa Juara?

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

MRR menyebut bahwa kesuksesan cukup dilihat dari titik awal dan titik akhir—tapi apakah sesederhana itu?

Data tahunan untuk Makassar dan triwulanan untuk Sulsel menunjukkan ketidakadilan.

Tentu, rentang yang lebih pendek dapat menunjukkan fluktuasi yang tajam, apalagi ketika hanya diukur selama kurang 3 tahun, yang belum tentu mencerminkan tren jangka panjang.

Data kuartal dalam bentuk gambar grafik mungkin terlihat naik. Tapi menurut data akhir BPS, kenyataannya ekonomi Sulsel justru menurun di akhir kepemimpinan Andi Sudirman. 4,64 persen pada tahun 2021 dan menurun menjadi 4,51% pada 2023.

3. Klaim Ekonomi Makassar Menurun Sejak Danny Pomanto Jadi Wali Kota

MRR menuduh ekonomi Makassar menurun sejak Danny Pomanto menjabat sebagai wali kota—tetapi data berkata sebaliknya.

Selama periode pertama Danny Pomanto - Syamsu Rizal tahun 2014-2019, ekonomi Makassar menunjukkan tren positif: dari 7,39% (2014) hingga mencapai 8,79% di tahun 2019.

Jika klaim MRR benar, pertanyaannya, di mana letak penurunannya?

Saat Danny Pomanto kembali di periode kedua bersama Fatmawati Rusdi pada 2021, ekonomi Makassar bahkan menunjukkan peningkatan, mulai dari 4,47% (2021), 5,40% (2022), hingga 5,31% (2023).

Sebagai catatan, saat ekonomi Makassar menurun drastis di tahun 2020 akibat pandemi, Danny Pomanto sudah tidak menjabat sebagai Wali Kota Makassar, dan kendali sementara pemerintahan kota Makasssar dipegang oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.