--------------------------------
MCH Nusantara, ada 5 Lantai Ruang Kreatif di Jalan Nusantara:
Lantai 1: – Area Publik & Literasi.
- Fungsi: ruang interaksi terbuka untuk mempromosikan karya lokal.
- Fasilitas: pelataran & parkir motor, resepsionis, MCH Store, amfiteater, panggung, perpustakaan, ruang komunal.
- Kolaborator: Dinas PU, Diskominfo, Dinas Perpustakaan, komunitas literasi, media, UMKM, kelompok budaya.
- Tujuan: menjadi titik pertemuan antara komunitas dan masyarakat luas, mendukung edukasi, co‑working, serta inkubasi usaha kreatif.
Lantai 2: – Kolaborasi & Edukasi.
- Fungsi: ruang belajar dan kerja sama antar‑pelaku kreatif.
- Fasilitas: kafe, ruang kelas, co‑working space.
- Kolaborator: komunitas, SKPD mitra, pelaku usaha kafe, media.
- Tujuan: meningkatkan kapasitas ekonomi kreatif lewat pembelajaran praktis dan jaringan.
Lantai 3: – Galeri & Pameran.
- Fungsi: menampilkan seni visual dan pertunjukan.
- Fasilitas: galeri seni, ruang kelas, teras kafe.
- Kolaborator: Dinas PU, komunitas seni & budaya, media.
- Tujuan: memberi eksposur luas bagi seniman lokal dan memperkaya budaya kota.
Lantai 4: – Manajemen & Produksi.
- Fungsi: pusat administrasi dan produksi konten.
- Fasilitas: kantor staf, ruang partisi kerja, studio produksi (foto, video, grafis, editing).
- Kolaborator: asosiasi industri kreatif, tenaga kerja terampil.
- Tujuan: mendukung operasional harian dan menghasilkan karya berkualitas.
Lantai 5: – Rumah Hijau & Urban Farming.
- Fungsi: edukasi lingkungan dan praktik pertanian perkotaan.
- Fasilitas: greenhouse/kebun rooftop.
- Kolaborator: Dinas Lingkungan Hidup, komunitas Makassar Berkebun, Tanami Tanata.
- Tujuan: menumbuhkan kesadaran ekologis dan inovasi hijau.
Dampak yang Diharapkan
- Ekonomi kreatif daerah lewat inkubasi, pameran, dan produksi.
- Pemberdayaan masyarakat, co‑working dan ruang pelatihan membuka peluang kerja.
- Optimalisasi aset negara, bangunan milik Kementerian Keuangan (LMAN) dimanfaatkan untuk manfaat sosial‑ekonomi nyata.
- Citra Makassar, memperkuat posisi kota sebagai hub kreatif kolaboratif di Indonesia Timur.










