Terkini, Makassar - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), banyak orang tua mencari cara agar anak tetap aktif, disiplin, dan tidak bergantung pada gadget. Bagi Devi, seorang ibu asal Makassar, jawabannya adalah gimnastik.
Keputusan itu bermula saat putri bungsunya, Pilar, berusia empat tahun. Atas rekomendasi seorang pemain sepak bola PSM Makassar asal Brasil, Devi mulai mengenalkan Pilar pada olahraga gimnastik. Meski harus menempuh jarak cukup jauh untuk latihan di kawasan GTC, ia tetap berkomitmen mendukung perkembangan anaknya.
Ketika Rozora Gymnastics membuka cabang di Nipah Mall, Devi langsung mendaftarkan Pilar untuk berlatih lebih intensif.

Tak disangka, sang kakak, Soraya, yang awalnya hanya mengantar adiknya berlatih selama tiga bulan, justru ikut tertarik menekuni gimnastik. Dari situlah perjalanan keduanya sebagai pesenam muda dimulai.
Kerja keras dan konsistensi latihan kini mulai membuahkan hasil. Dalam kompetisi internal Rozora Gymnastics yang digelar pada 31 Mei 2026, Soraya yang bertanding di Level 3 berhasil meraih medali emas.
Sebelumnya, ia juga telah mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional, termasuk di Jakarta, Jawa Barat, Thailand, dan Singapura.
Sementara itu, Pilar yang turun di Level 1 berhasil membawa pulang medali perak.
Namun bagi Devi, prestasi bukanlah tujuan utama. Menurutnya, manfaat terbesar dari gimnastik adalah perubahan positif yang terlihat pada karakter kedua anaknya.
"Mereka jadi lebih percaya diri, disiplin, dan memiliki semangat juang yang lebih baik. Secara fisik juga lebih kuat dan posturnya lebih bagus," ujarnya.
Founder dan Coach Leader Rozora Gymnastics, Ricady Aldy Zenea, menjelaskan bahwa gimnastik merupakan salah satu olahraga yang baik untuk membangun fondasi kemampuan fisik anak sejak dini.
Menurutnya, selain melatih motorik, kelenturan, fleksibilitas, dan kekuatan tubuh, gimnastik juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti disiplin, komitmen, dan tanggung jawab.
"Anak-anak belajar menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai. Kompetisi juga membantu meningkatkan kepercayaan diri dan daya juang mereka," kata Ricady.
Ia menambahkan, di tengah gempuran AI dan teknologi digital, aktivitas fisik seperti gimnastik dapat menjadi alternatif positif agar anak tidak terlalu bergantung pada gadget.
Kisah Soraya dan Pilar menjadi salah satu contoh bagaimana olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membantu membentuk karakter, kemandirian, dan kebiasaan positif anak sejak usia dini.










