Berbagai kegiatan telah dilaksanakan di sana, mulai dari pelatihan wirausaha, produksi konten kreatif, hingga kegiatan berskala nasional dan internasional. Munafri mencontohkan sejumlah kolaborasi yang pernah terjadi.
"Beberapa waktu lalu, Netflix mengadakan kegiatan casting di Creative Hub untuk pembuatan film, dan salah satu anak Makassar terpilih sebagai pemeran utama," bebernya Appi.
"Lalu, kami juga sedang berkomunikasi dengan Apple Academy, semoga ke depan mereka bisa membuka hub di Kota Makassar untuk kawasan Indonesia Timur," tambahnya.
MCH diluncurkan pada Juni 2025 di Anjungan Pantai Losari sebagai ruang gratis, inklusif, dan terbuka bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok marginal.
Dengan dukungan berbagai OPD, MCH menjadi pusat pelatihan bersertifikasi, inkubasi UMKM, serta ruang produksi karya, memperkuat posisi Makassar sebagai kota kreatif di Indonesia Timur.
Selain itu, sejumlah perusahaan juga telah menjadikan Creative Hub sebagai lokasi rekrutmen tenaga kerja. Hasilnya, beberapa anak muda Makassar kini telah diberangkatkan bekerja ke Jepang.
"Kami memberikan semua fasilitas ini secara gratis, agar anak-anak Makassar bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha," ungkap Munafri.
Ia menegaskan, keberadaan MCH merupakan bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan dan pengangguran.
Lanjut dia, Creative Hub ini benar-benar memberikan aksi nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat.
"Banyak daerah datang ke Makassar untuk studi tiru. Tapi kami pun terus berbenah karena merasa belum sempurna. Kehadiran Creative Hub Nusantara ini menjadi upaya untuk mengurai beban kegiatan yang sangat padat di MCH Losari," ucapnya.










