Munafri menyebut, dengan jumlah penduduk Makassar mencapai 1,4 juta jiwa, yang tersebar di 15 kecamatan dan 153 kelurahan, kebutuhan ruang kreatif dan pelatihan sangat besar.
Oleh karena itu, Pemkot Makassar berencana menambah dua Creative Hub baru di tahun depan untuk menjawab permintaan yang terus meningkat.
Disebutkan, tingkat pengangguran terbuka tahun lalu masih di angka dua digit, sekitar 11 persen.
"Alhamdulillah sekarang sudah turun menjadi 9 persen. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah berfungsinya Creative Hub ini dalam memberikan ruang dan kesempatan bagi anak muda untuk bekerja dan berwirausaha," paparnya.
Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan harapannya agar MCH Nusantara menjadi tempat spesialisasi karya anak muda Makassar, khususnya di bidang digital dan teknologi.
Appi ingin menjadikan tempat ini sebagai ruang spesialisasi karya anak-anak Makassar.
"Banyak di antara mereka yang tertarik dengan dunia digitalisasi, coding, dan programming. Kegiatan seperti itu sudah sering dilakukan di sini," terangnya.
Menariknya, seluruh kegiatan di Creative Hub dikelola oleh anak muda sendiri, agar atmosfernya lebih segar dan sesuai karakter generasi saat ini.
Pihak Pemkot melibatkan anak muda dalam pengelolaan agar nuansanya tidak seperti diklat formal.
"Pendekatannya, penuh kreativitas, dan mentor-mentornya pun kami pilih agar sesuai dengan semangat anak muda yang belajar sambil berkarya," ujarnya.










