Netizen Anggap Aturan Baru Naik KRL Tidak Efektif: Stress dan Sesak di Stasiun Manggarai

Netizen Anggap Aturan Baru Naik KRL Tidak Efektif: Stress dan Sesak di Stasiun Manggarai

Caroline Chintia

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) mulai mengeluhkan kondisi Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan yang sangat padat penumpang sehingga perlu berdesakan demi bisa mendapatkan kereta tepat waktu. Dengan adanya sistem transit yang baru ini ditetapkan membuat jumlah penumpang transit di Stasiun Manggarai membludak dua kali lipat.

Imam Hanafi salah satu penumpang dengan tujuan Stasiun Sudirman yang berangkat dari Stasiun Pondok Cina

mengaku tidak perlu melakukan transit, sebelum aturan dirubah sampai detik ini.

Sistem baru yang ditetapan pada Sabtu, 28 Mei 2022, Hanafi mengaku harus transit dari lantai tiga ke lantai satu Stasiun Manggarai.

Ia mengaku stress menghadapi ribuan pengguna dan harus berdesakan demi mendapatkan kereta di Stasiun Manggarai.

"Sangat-sangat stres, biasanya kan satu jalur sekarang harus turun ke bawah...(belum bekerja) sudah stres duluan," ucap Hanafi pada Selasa, 31 Mei 2022. Dilansir dari cnnindonesia.

Hanafi sebagai salah satu pengguna KRL mengeluhkan dan merasa menyulitkan penumpang bukannya mempermudah

karena mereka harus turun dari lantai tiga ke lantai satu.

Dan saat memasuki kereta seluruh penumpang akan berdesakan karena begitu padat.

Hingga pukul 08.27 WIB beberapa gerbong KRL masih terlihat dipenuhi penumpang KRL termasuk kereta yang Hanafi gunakan pada waktu sebelumnya.

"Menurut saya sangat-sangat menyulitkan terus banyak kendala juga pas naik keretanya banyak diem juga," kata Hanafi.

Tri Wildayanti juga selaku penumpang dengan jurusan Pasar Minggu Baru-Tanah Abang mengeluhkan hal yang sama seperti Hanafi,

ia merasa sistem baru ini membuatnya stress. Wilda tidak mempermasalahkan transit di Manggara

menurutnya transit bisa dilakukan jika satu peron ke peron lainnya dalam satu lantai.

Wilda juga mengaku jika ia masih bisa menerima transit dari lantai tiga ke lantai dasar dalam kondisi lenggang menurutnya bisa menjadi olahraga.

"Kita harus turun dari atas ke bawah, baliknya juga dari bawah ke atas. Itu sih yang kalau kondisinya lancar sih enggak masalah sekalian olahraga, kondisinya kan penuh sesak," kata Wilda.

Karena merasa stres, Wilda sempat berpikir untuk menggunakan ojek online atau transportasi lain.

Namun, menurutnya KRL lebih ekonomis. Alat transportasi lain juga kerap terjebak macet.

"Cukup stres sih, sempat berfikir kalau pulang mau naik Gojek aja atau gimana padahal ini kan yang paling ekonomis ya," kata Wilda.

PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menerapkan rute baru kereta rel listrik (KRL) untuk lintas Bogor dan lintas Cikarang mulai 28 Mei 2022

seiring dengan rencana pengembangan Stasiun Manggarai menjadi Stasiun Sentral.

"Mulai 28 Mei 2022, KRL Lin Bogor hanya menuju ke Stasiun Jakarta Kota, sedangkan untuk KRL Lin Cikarang menggunakan dua pola operasi," tulis akun Twitter KAI Commuter melalui @CommuterLine pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Perusahaan mengatakan akan melakukan Switch Over (SO) atau peralihan sistem persinyalan ke-5 di Stasiun Manggarai pada Jumat 27 Mei 2022 malam hingga Sabtu 28 Mei 2022.

SO dimaksudkan untuk menata dan mengkondisikan jalur kereta api di Stasiun Manggarai, sehingga pembangunan akan dilanjutkan.