Terkini, Bulukumba — Upaya menjadikan Kabupaten Bulukumba sebagai salah satu destinasi industri kreatif dan perfilman nasional terus diperkuat.
Bulukumba Creative City Forum (BCCF) mengambil peran strategis dengan menjembatani kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan aktor sekaligus produser film Indonesia, Baim Wong, dalam agenda peninjauan lokasi syuting film di sejumlah kawasan potensial di Bulukumba.
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan peluang kerja sama produksi film nasional yang memanfaatkan kekayaan alam, budaya, dan karakter lokal Bulukumba sebagai latar cerita.
Dalam kegiatan itu, Baim Wong bersama tim melakukan survei lapangan ke beberapa lokasi yang dinilai memiliki daya tarik visual kuat dan nilai sinematik yang potensial untuk kebutuhan produksi film.
Koordinator Bulukumba Creative City Forum, Awal Irsyad atau yang akrab disapa Boim, mengatakan BCCF berperan sebagai penghubung antara pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan pelaku industri perfilman guna membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami melihat bahwa Bulukumba memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi syuting film. Karena itu, BCCF berinisiatif menghubungkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas kreatif, hingga pelaku industri perfilman, agar peluang ini dapat diwujudkan menjadi kerja sama yang nyata,” ujar Awal Irsyad.
Selain melakukan peninjauan lokasi, tim produksi juga berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengenai berbagai bentuk dukungan daerah terhadap pengembangan industri kreatif dan perfilman.
Pertemuan tersebut membahas peluang pemanfaatan destinasi wisata, kekayaan budaya lokal, serta keterlibatan masyarakat dalam proses produksi film.
Menurut BCCF, hadirnya industri film di Bulukumba berpotensi memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam aspek promosi pariwisata daerah, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kehadiran produksi film dinilai dapat membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, penyedia jasa lokal, komunitas kreatif, hingga generasi muda yang ingin mengembangkan karier di sektor ekonomi kreatif.
BCCF menilai kunjungan ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghubungkan potensi daerah dengan peluang di tingkat nasional.
Melalui fasilitasi yang dilakukan, diharapkan akan lahir berbagai proyek kreatif yang mampu memperkenalkan Bulukumba kepada khalayak yang lebih luas.
Dengan kekayaan alam, budaya maritim, dan warisan pembuatan kapal pinisi yang telah dikenal secara nasional, Bulukumba dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat aktivitas industri kreatif dan produksi film di Indonesia.
Semangat kolaborasi yang dibangun antara pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan pelaku industri diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya Bulukumba sebagai kota kreatif yang mampu menarik berbagai produksi film dan karya kreatif nasional pada masa mendatang.










