Terkini.id, Jakarta - Keputusan Jokowi Akan Cawe-cawe alias ikut campur dalam urusan politik menjelang Pilpres 2024 membuat Partai Demokrat buka suara.
Juru bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra meminta Jokowi untuk ‘pura-pura’ beralasan bahwa langkahnya tersebut untuk memastikan Pemilu 2024 akan berjalan mulus.
"Presiden cawe-cawe itu maknanya melakukan sesuatu yang di luar wewenang dan tanggung jawabnya,” ujar Herzaky Mahendra Putra, 31 Mei 2023.
“Jangan ngeleslah kalau cawe-cawe itu memastikan pemilu serentak 2024 berlangsung dengan demokratis, jujur, dan adil. Itu bukan cawe-cawe,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia juga menyentil Jokowi yang malah sibuk mengurus politik bukan permasalahan yang sedang diderita oleh bumi pertiwi.
"Masih banyak pekerjaan rumah yang menanti beliau,” katanya.
“Angka kemiskinan masih tinggi, pengangguran juga tinggi, pendapatan per kapita juga tak banyak peningkatan, sudah begitu biaya hidup tinggi dan harga-harga bahan pokok terus melonjak," sambungnya.
Sebagai informasi, pada hari Senin 29 Mei 2023, Jokowi mengumumkan bahwa dirinya tidak akan netral dalam Pilpres 2024.
Jokowi berpendapat pemilihan yang diperkirakan akan digelar pada 14 Februari 2024 itu merupakan suatu yang sangat penting bagi nasib Indonesia.
"Tolong dipahami ini demi kepentingan nasional, memilih pemimpin pada 2024 sangat krusial penting sekali, harus tepat dan benar,” kata Jokowi kepada wartawan.









