Terkini, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berhasil menghimpun dana sebesar USD700 juta atau setara Rp11,9 triliun melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities.
Aksi korporasi yang dilakukan pada 15 April 2026 tersebut mendapat respons positif dari investor global dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscribe) mencapai 3,6 kali dari nilai penawaran.
Permintaan investor tercatat menembus lebih dari USD2,5 miliar, mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap fundamental dan prospek kinerja BNI di pasar internasional.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa penerbitan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
“Sebagai salah satu bank sistemik di Indonesia, BNI ingin memastikan bahwa perannya sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin kokoh melalui struktur permodalan yang kuat,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi BNI dalam meningkatkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus memperkuat fondasi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Instrumen AT1 yang diterbitkan memiliki karakteristik sebagai modal tambahan yang bersifat subordinasi, tanpa jatuh tempo (perpetual), serta pembayaran imbal hasil yang tidak diakumulasikan.
Penerbitan dilakukan berdasarkan ketentuan Regulation S dalam US Securities Act dan dicatatkan di Singapore Exchange (SGX), menandai semakin luasnya akses BNI ke pasar keuangan global.
Distribusi investor pada penerbitan kali ini juga semakin beragam, meliputi kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga offshore Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan meningkatnya daya tarik instrumen keuangan BNI di mata investor internasional.
Sebagai bagian dari pengelolaan struktur permodalan, BNI juga mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) atas instrumen AT1 yang diterbitkan pada 2021 melalui mekanisme tender offer sekitar 94,7 persen dari total AT1 eksisting.
Kebijakan ini diambil untuk mengoptimalkan komposisi permodalan secara keseluruhan.
Keberhasilan penerbitan AT1 ini semakin mempertegas posisi BNI sebagai salah satu bank nasional yang aktif memanfaatkan instrumen pasar global.
Dukungan kuat dari investor diharapkan dapat memberikan ruang lebih luas bagi perseroan dalam mendorong ekspansi bisnis sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.









