Ferdinand: KPK Dilemahkan oleh Pembangkangan Pegawai yang Ingin Berkuasa Melampaui Aturan

Ferdinand: KPK Dilemahkan oleh Pembangkangan Pegawai yang Ingin Berkuasa Melampaui Aturan

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi soal isu pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menilai bahwa KPK justru dilemahkan oleh pembangkangan pegawai-pegawai di dalamnya yang ingin berkuasa dan mengatur pimpinan.

"KPK dilemahkan oleh pembangkangan pegawai yang ingin berkuasa melampaui aturan yang ada dan ingin mengatur pimpinan lembaga yang berwenang atas nama UU," kata Ferdinand melalui akun Twitter-nya pada Selasa, 1 Juni 2021.

Ferdinand juga menyatakan dukungannya agar KPK dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia juga menyarankan bagi orang yang tidak setuju dengan keputusan KPK untuk melapor ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Dukung KPK jalan terus sesuai aturan. Yang tak terima keputusan KPK, silahkan ke PTUN bukan demo sana sini sprt LSM karbitan," kata Ferdinand.

Dalam cuitannya yang lain, Ferdinand membagikan berita soal 600 pegawai KPK yang meminta pelantikan mereka ditunda sebagai bentuk dukungan kepada 75 pegawai yang tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Dilansir dari Merdeka.com, dukungan kepada 75 pegawai KPK dari pegawai lainnya memang terus bertambah.

Per Minggu, 30 Mei pukul 08.30 WIB, sudah ada 600 pegawai yang memberikan dukungan kepada para pegawai yang tak lulus.

Seperti diketahui, 51 dari 75 pegawai KPK tersebut telah diputuskan untuk dipecat, sedangkan 24 lainnya akan dibina.

Terkait hal ini, Ferdinand mengaku tidak percaya bahwa jumlah orang yang mendukung benar sebanyak itu.

Menurutnya, angka sebenarnya akan nampak di acara pelantikan pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) nanti.

"Kita buktikan berapa orang yang akan dilantik!! Saya yakin angka ini tak akan terbukti!" kata Ferdinand.

"Hanya mencoba menebar jala di empang keruh berharap dapat ikan. Ngga taunya, ikan-ikannya sudah pindah ke kolam jernih, ASN yang ber Pancasila," sambungnya.