Iqbal menegaskan pembatasan gadget bukan berarti melarang teknologi masuk ke dunia pendidikan, melainkan mengatur agar penggunaannya tetap mendukung proses belajar.
"Penggunaan media sosial tanpa pengawasan berpotensi mengganggu budaya belajar hingga mempengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga harus segera disikapi oleh setiap sekolah," katanya.
Mengurangi Ketergantungan Media Sosial
Pembatasan gadget di sekolah juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan siswa terhadap media sosial serta meningkatkan interaksi sosial secara langsung di lingkungan sekolah.
Selain itu, sekolah diharapkan kembali menjadi ruang belajar, diskusi, dan pembentukan karakter, bukan hanya tempat siswa datang belajar lalu sibuk dengan ponsel masing-masing.
Disdik Sulsel berharap kebijakan ini dapat diterapkan secara bertahap di seluruh sekolah dengan dukungan pemerintah daerah dan orang tua siswa.
"Saya kira sudah berjalan juga di kabupaten dan kota, dan kita mengajak untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah ini," ujar Iqbal.
Dengan adanya pembatasan gadget ini, pemerintah berharap kualitas belajar siswa dapat meningkat dan sekolah kembali menjadi lingkungan yang fokus pada pendidikan, interaksi sosial, serta pembentukan karakter generasi muda.









