Cerita Muhammad Awaluddin, Bagaimana Angkasa Pura II Berjibaku Sekuat Tenaga Jaga Kinerja Selama Pandemi

Cerita Muhammad Awaluddin, Bagaimana Angkasa Pura II Berjibaku Sekuat Tenaga Jaga Kinerja Selama Pandemi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membuat kondisi bisnis menjadi tidak menentu, begitu juga dengan bisnis operator bandara. Sebut saja yang dialami operator bandara plat merah Angkasa Pura II.

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin secara blak-blakan mengatakan, pagebluk corona membuat perusahaan yang ia pimpin berjibaku sekuat tenaga menjaga kinerja agar tidak keos.

"Mungkin begini, kami memang melihat Pandemi Covid-19 punya satu uncertainty yang tinggi. Kalau kondisinya cenderung menjadi ekstrem, ini bisa chaos. ketidakpastian sangat tinggi," kata Awaluddin.

Mengutip suaracom jaringan terkini.id, Awaluddin bercerita pada tahun 2020, sejak pertama kali Pandemi Covid-19 terjadi, membuat hampir kegiatan bisnis bandara Angkasa Pura II tidak berjalan normal, pendapatan turun karena trafik penerbangan merosot tajam.

"Pada tahun 2020 kita pernah rasakan itu. 2021 kita bisa lebih kendalikan, memang di skenario Angkasa Pura II 2022 masuk ke fase recovery. Tapi kan itu dinamis. Pandemi kondisinya punya uncertainty tinggi," ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap fase recovery yang terjadi di tahun 2021 bisa terjaga dengan baik, artinya pengendalian Pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat menjaga terus angka penularan Covid-19 semakin rendah.

"Alhamdulillah kita bisa melewati itu dengan segala strategi kita masih bisa bertahan. Ukurannya operasional bandara, cashflow, pengembangan, dan kaitannya ke business development, kita masih terus bisa sustain," terangnya.

Saat ini, kata dia, masyarakat semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, selain itu program vaksinasi juga sudah berjalan dengan sangat baik, bandingkan dengan tahun 2020 kala program vaksin belum ada.

"Pengalaman 2020 akhir traffic itu membaik, situasinya masyarakat belum ada yang divaksin, protokol masih menjadi perhatian yang implementasinya tidak sedisiplin sekarang. Sekarang masyarakat jauh lebih disiplin dan pelaku di sektor ini konsisten dengan regulasi pemerintah," urainya.

Apalagi kata dia menjelang akhir tahun seperti ini, trafik penerbangan sangat tinggi, diharapkan kondisi ini membuat bisnis operator bandara semakin pulih pasca babak belur dihajar Pandemi Covid-19.