Atasi Keberadaan Pak Ogah di Makassar: Penutupan U-Turn sebagai Solusi?

Atasi Keberadaan Pak Ogah di Makassar: Penutupan U-Turn sebagai Solusi?

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Kami memang sudah memiliki rencana ini. Kami masih terus berkoordinasi dengan Polrestabes, Satlantas, Polda, dan Dishub Provinsi," ungkapnya.

Rencana ini juga akan melibatkan beberapa stakeholder, seperti Dinas Pekerjaan Umum, karena akan menggunakan pembatas beton yang dimiliki oleh mereka.

"Kami akan melibatkan Dinas PU karena pembatas beton diperlukan," jelasnya.

Selain itu, juga akan ada koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Balai Jalan, karena beberapa jalan nasional juga memerlukan penanganan serupa.

Menurut Syafran, meskipun masalah Pak Ogah ini berhubungan dengan kewenangan jalan, namun dampaknya tetap dirasakan oleh kota. Oleh karena itu, pemerintah kota juga harus ikut campur tangan dalam mengatasi ini.

Lebih lanjut, Syafran mengatakan masalah Pak Ogah ini sudah cukup pelik. Apalagi sudah berulang kali ditindak namun nihil progres, sehari bersih namun keesokannya kembali lagi.

Belum lagi personel yang ditempatkan itu terbatas, apalagi sulit memantau 24 jam penuh aktifitas mereka.

"Jadi memang termasuk mengganggu. Itu menggangu ketertiban umum. Makanya itu kita mau tutup beberapa U-turn," jelasnya.

Namun sebelum diterapkan akan lebih dulu diteliti untuk menilai seberapa efektif. Langkah awal, kata dia, akan dilakukan di Jalan Boulevard Makassar, U-Turn di kawasan itu akan dikurangi.

Sementara itu U-turn yang minim juga akan memudahkan pemantauan di lapangan, juga akan mengurangi perlambatan kendaraan.