Tangkap Puluhan Warga! Walhi Desak Kapolri Hentikan Sikap Arogan Polisi di Desa Wadas

Tangkap Puluhan Warga! Walhi Desak Kapolri Hentikan Sikap Arogan Polisi di Desa Wadas

Muhsin Hidayat

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Puluhan warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian.

Mereka dituding melakukan provokasi dan menolak pembangunan proyek bangunan di desa tersebut.

Melihat tindakan agresif dari aparat kepolisian, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian terhadap tindakan anak buahnya yang menangkap puluhan warga yang tidak bersalah.

"Kapolri harus memberi atensi terhadap persoalan ini. Tindakan sewenang-wenang kepolisian terhadap warga Desa Wadas sama sekali tidak menunjukkan komitmen terhadap semangat perlindungan Hak Asasi Manusia dan sikap humanis dari kepolisian," ujar Direktur Eksekutif Walhi Yogyakarta Halik Sandera.

Sementara itu Manajer Kampanye Tambang dan Energi Walhi Fanny Tri Jambore turut prihatin dengan segala aktivitas tambang batu andesit untuk Bendungan Bener yang seharusnya berhenti sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap UU Cipta Kerja.

"Kegiatan pengadaan tanah untuk quarry Bendungan Bener mustinya dihentikan sebagaimana seluruh PSN yang harus ditangguhkan terlebih dahulu. Kegiatan untuk PSN yang menyandarkan pada UU Cipta Kerja ditangguhkan berdasarkan Putusan MK nomor 91/PUU-XVIII/2020," ucap Fanny dilansir dari CNN Indonesia.

Pihak Walhi juga mendesak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar patuh pada putusan MK tentang UU Cipta Kerja. Kumpulan aktivis lingkungan ini juga meminta Ganjar untuk batalkan proyek pengadaan tanah untuk Bendungan Bener.

Mereka meminta aparat kepolisian menghentikan kriminalisasi dan intimidasi terhadap warga Wadas.

"Bebaskan warga Wadas yang ditangkap oleh Polresta Purworejo," ujarnya.

Seorang saksi mata menyebut hingga saat ini telah ada sekitar 60 orang diamankan. Rentang usia mereka pun berada diantara usia anak-anak hingga usia lansia.

Namun demikian Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengklaim polisi yang dikerahkan tidak melakukan tindak kekerasan.

"Saya ikut di lapangan, di Wadas, memastikan tidak ada kekerasan. Prinsip kami melindungi masyarakat," yakin Luthfi.