Ditemui usai berlari, Muhammad Asril menyampaikan apresiasi yang besar atas event MHM tahun ini.
"Event tahun ini lebih bagus dari sebelumnya, dan kita juga ikut berkontribusi dengan hadirnya pelari PT Vale termasuk dari Sorowako. Ini event yang luar biasa, dan saking banyaknya digelar dua hari.
Kita turut berkontribusi di event ini, karena sesuai tujuang perusahaan, to improve life. Salah satunya memastikan bahwa bukan cuma produktivitas di pekerjaan, tapi kita juga sehat. Work life balance, sehingga kita berpartisipasi," ungkapnya.
Menurut Asril, lari adaah olahraga yang murah, muda dan gampang dilakukan untuk menigkatkan produktifitas dan membuat sehat.
Vale Runners Dari Hobi, Menjadi Tradisi Sehat
Founder Vale Runners, Bayu Widyanto, mengenang awal mula komunitas ini berdiri. “Dulu, komunitas ini didirikan oleh teman-teman Vale Jakarta, mungkin bisa dihitung jari, nggak sampai 20 orang,” kenangnya.
Bayu, yang pernah berkarier sebagai karyawan PT Vale selama 2010-2019 dan saat ini tinggal di Jakarta, mengungkapkan komunitas ini awalnya lahir melihat potensi besar dari kesamaan hobi di antara sesama rekan kerja.
“Awalnya hanya karena sama-sama suka naik gunung, sepeda, berenang, lalu akhirnya sepakat. Lari bareng yuk. Dari situ berkembang, makin maju,” ujarnya.
Namun, lebih dari sekadar hobi, Bayu menekankan bahwa komunitas ini mencerminkan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh PT Vale: value the people, prize our planet. “Berlari bukan hanya soal gaya hidup, tapi juga soal menjaga kesehatan, menurunkan risiko penyakit, dan mengurangi jejak karbon,” tambahnya.
Kini, Vale Runners bukan lagi komunitas kecil. Banyak anggotanya yang telah berdiri di podium juara berbagai lomba, dari nasional hingga internasional.
Meski begitu, di MHM kali ini, tidak ada target muluk-muluk. “Kami hanya ingin menikmati event, menyapa teman-teman pelari, dan menikmati race village,” kata Bayu sambil tersenyum.










