Unismuh Makassar Jadi Ruang Dialog Hilal, Muhammadiyah Paparkan KHGT

Unismuh Makassar Jadi Ruang Dialog Hilal, Muhammadiyah Paparkan KHGT

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

“Sebetulnya masih banyak orang yang tidak paham. Oleh karena itu, itulah sehingga kita ulang-ulang. Bagaimana supaya dipahami oleh umat bahwa upaya ini bukan upaya untuk mempertajam perbedaan, tetapi justru Muhammadiyah berusaha bagaimana supaya perbedaan itu menjadi persatuan umat,” katanya.

Ia juga mengaitkan KHGT dengan refleksi intelektual yang telah lama berkembang. Menurutnya, sejak disertasinya pada 2007, ia telah sampai pada kesimpulan bahwa jika umat Islam ingin bersatu, maka harus ada kalender bersama dan penggunaan matlak global.

“Kalau kita mau bersatu harus ada kalender. Yang kedua harus kita gunakan matlak global,” ujarnya.

Hilal di Makassar Belum Penuhi Kriteria MABIMS

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Hisab Rukyat (BHR) Sulawesi Selatan, Abbas Fadil, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi, tinggi hilal di Makassar saat matahari terbenam berada di kisaran sekitar 1 hingga 2 derajat.

Angka itu masih berada di bawah kriteria yang ditetapkan Menteri Agama bersama negara-negara anggota MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Dengan kondisi ini, secara hisab imkanur rukyat belum terpenuhi, sehingga awal Syawal berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, keputusan final tetap menunggu sidang isbat,” kata Abbas.

Ia menambahkan, peluang terlihatnya hilal masih mungkin terjadi di wilayah paling barat Indonesia seperti Aceh, meskipun belum sepenuhnya memenuhi kriteria.

Penjelasan serupa disampaikan Plt Kepala Balai

Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrul Adil. Menurutnya, hasil perhitungan ilmiah menunjukkan tinggi hilal di Sulawesi Selatan berkisar antara 1,3 hingga 1,5 derajat dengan elongasi sekitar 5 derajat.