Unismuh Makassar Jadi Ruang Dialog Hilal, Muhammadiyah Paparkan KHGT

Unismuh Makassar Jadi Ruang Dialog Hilal, Muhammadiyah Paparkan KHGT

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Rakhim menambahkan, penerimaan terhadap KHGT juga berkaitan dengan kebutuhan praktis umat Islam global. Ia menyinggung persoalan yang kerap muncul ketika kalender Islam tidak seragam, termasuk kemungkinan seseorang mengalami jumlah puasa yang tidak ideal karena berpindah tempat atau mengikuti sistem yang berbeda.

“Kita sangat mengharapkan sebetulnya secara sains kalau bisa menjadi moderator dari rukyat dan hisab ini, sangat menjadi jalan tengah. Tidak ada kasus puasa 28 hari dan puasa 31 hari di dunia,” ujarnya.

Menurut dia, KHGT bukan semata soal mempertahankan sikap organisasi, tetapi juga bagian dari ikhtiar membangun ketertiban ibadah umat dalam konteks dunia modern yang semakin terhubung.

KHGT Disebut Sebagai Jalan Persatuan Umat

Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse membawa penjelasan KHGT ke horizon yang lebih luas. Jika Rakhim Nanda menekankan sisi astronomis dan metodologis, maka Ambo Asse menekankan dimensi ideologis dan peradaban dari kalender Islam global tersebut.

Menurut Ambo Asse, keinginan Muhammadiyah mengadopsi KHGT berangkat dari pengalaman panjang umat Islam yang terus berulang menghadapi perbedaan penetapan hari raya.

Perbedaan itu, katanya, bukan hanya soal teori falak, tetapi juga berdampak langsung pada psikologi sosial masyarakat.

“Harapan utamanya Muhammadiyah bukan hanya mau bersatu dalam negeri, tetapi mau bersatu bagaimana umat Islam sedunia ini melakukan ibadah tanpa ragu,” ujar Ambo Asse.

Ia melanjutkan, “Melakukan ibadah puasa tidak ragu lagi. Melakukan ibadah salat Idulfitri tidak ragu lagi.”

Dalam pandangan Ambo Asse, inti KHGT bukan sekadar memindahkan dasar hisab dari lokal ke global, tetapi membangun satu kalender bersama yang memungkinkan umat Islam di berbagai belahan dunia memiliki kepastian awal puasa, Idulfitri, dan Iduladha. Karena itu, KHGT disebut sebagai proyek penyatuan, bukan proyek pembeda.