Travel Umrah Sulsel Protes Kenaikan Tiket Lion Air, Kerja Sama Dihentikan Sementara

Travel Umrah Sulsel Protes Kenaikan Tiket Lion Air, Kerja Sama Dihentikan Sementara

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Azhar mengatakan kenaikan harga tersebut membuat para penyelenggara travel umrah terkejut karena nilainya cukup besar dan dinilai membebani calon jemaah.

Sebelumnya, harga tiket umrah yang dibeli travel dari maskapai berada pada kisaran Rp15,2 juta hingga Rp15,5 juta. Namun setelah adanya tambahan fuel surcharge dan penyesuaian tarif terbaru, harga tiket mengalami lonjakan signifikan.

Dalam surat yang diterima travel umrah dari PT Moisani Manggala Wisata selaku wholesaler tertanggal 6 Mei 2026, tercantum harga baru rute Makassar–Jeddah–Makassar mencapai Rp21,9 juta untuk periode Juli 2026 dan Rp21,7 juta untuk periode Agustus hingga akhir musim.

Kenaikan tarif tersebut disebut dipicu tambahan fuel surcharge sebesar Rp6,5 juta per seat.

Sebagai bentuk respons, asosiasi travel umrah yang tergabung dalam Amphuri Sulampua juga menggelar pertemuan bersama pihak Lion Air di Hotel Four Points by Sheraton Makassar pada Kamis, 7 Mei 2026.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan Lion Air Makassar dan sejumlah pengurus asosiasi travel umrah di Sulsel.

Dalam forum tersebut, asosiasi menyerahkan surat keberatan resmi kepada pihak maskapai dengan dua poin utama.

Pertama, meminta travel yang telah membayar deposit atau down payment (DP) sebelumnya tidak lagi dikenakan tambahan biaya kenaikan tiket.

Kedua, apabila kenaikan tetap diberlakukan, asosiasi meminta harga tiket tidak melebihi Rp16 juta per kursi.

Azhar menilai tambahan biaya hingga Rp6,5 juta per seat sangat memberatkan karena pada akhirnya akan dibebankan kepada calon jemaah.