Titik Terang Perselisihan Pemilihan Ketua HIPMI Sulsel

Titik Terang Perselisihan Pemilihan Ketua HIPMI Sulsel

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar – Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan Amirul Yamin Ramadhansyah membantah adanya kecurangan dalam pemilihan kali ini.

Menurutnya, kemenangan Andi Amar Ma’ruf sebagai ketua umum periode 2024-2027 sesuai dengan konstitusi dan AD/ART yang berlaku. Hal ini merespons tudingan kecurangan dan ketidaktransparanan yang dilontarkan oleh salah satu kandidat yang gagal, Andi Muhammad Karaka Kilat.

Musda yang digelar di Balai Pertemuan Hasanuddin, Makassar, pada Senin, 9 September 2024, awalnya berjalan lancar. Amar, anak dari mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, maju sebagai calon tunggal setelah mendapatkan dukungan dari 19 Ketua Umum BPC HIPMI.

"Pada prinsipnya adalah semua tahapan, awal sampai akhir sudah sesuai dengan konstitusi," ujar Iyul, sapaannya, saat menggelar konferensi pers di Hotel Four Point by Sheraton, Selasa, 10 September 2024.

Ia mengatakan ihwal adanya pemindahan lokasi yang semula di Hotel Four Point ke Balai Pertemuan Hasanuddin semata-mata untuk menjaga situasi agar tetap kondusif. Hal itu, kata dia, merujuk pada kejadian debat, pengambilan nomor urut, dan peristiwa di daerah yang terjadi sebelumnya.

“Kami dipanggil Panglima Pangdam dan disarankan untuk dilaksanakan di Balai Pertemuan Hasanuddin. Hal ini untuk mencegah adanya kekisruhan,” tuturnya.

Iyul menegaskan bahwa pihaknya memperlakukan semua calon secara setara, tak ada pemihakan terhahadap calon tertentu. Seluruh hak calon telah difasilitasi dan dipenuhi.

Sementra, Mantan Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Rahmat Manggabarani mengatakan tak ada perpecahan di tubuh internal HIPMI Sulsel. Ia menyebut dinamika pemilihan ketua merupakan hal yang lazim.

“Kita di HIPMI punya prinsip ‘Bertanding untuk bersanding’. Setelah pemilihan kita akan kembali menyatu,” tuturnya.

Ia mengatakan dari 22 undangan BPC HIPMI yang disebar hanya 3 yang tidak hadir. Sebab itu, kata dia, pemilihan tersebut berlangsung dengan demokratis dan transparan. Hal itu terlihat dari banyaknya BPC yang hadir, bukan segelintir orang.