Singgung Pendeta Saifuddin Ibrahim, Habib Kribo: Anda Goblok, Radikal, Tolol!

Singgung Pendeta Saifuddin Ibrahim, Habib Kribo: Anda Goblok, Radikal, Tolol!

Mahipal

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Habib Kribo singgung Pendeta Saifuddin Ibrahim karena kerap menghina islam, dia menyebutkan bahwa Saifuddin Ibrahim itu tidak paham agama, bahkan Habib Kribo mencela pendeta itu dengan menyebutkan goblok, radikal dan tolol.

Pernyataan tersebut disampaikan Habib Kribo dengan marah, ia menganggap bahwa Saifuddin Ibrahim bukanlah pendeta, karena tidak bisa berkata-kata dengan bijak, ia tidak mengerti agama.

"Pendeta Saifuddin Ibrahim, saya mungkin gak ingin mengatakan dia pendeta lah, karena gak pantas dia untuk digelari pendeta," ujar Habib Kribo menyampaikan penilaiannya tentang Saifuddin Ibrahim.

"Saya mengenal pendeta banyak, saya mengenal PGI. Saya dekat dengan Pendeta Gilbert dan lain-lain, dia sangat santun," ujar Habib Kribo melanjutkan.

"Saya itu gak penting orang mau pindah agama atau masuk agama saya, yang penting itu orang baik, tidak melecehkan orang lain dan tidak menghina agama," ujar Habib Kribo melanjutkan.

"Kalau anda benar pendeta, pendeta tuh harus arif, omongannya santun," ujar Habib Kribo melanjutkan.

Video itu diunggah oleh channel youtube Habib Kribo dengan judul 'Minta Hapus 300 Ayat di Al-Qur'an, Hanya Islam yang Radikal Selainnya Engga?!', sebagaimana dilansir pada Kamis, 31 Maret 2022.

"Anda itu orang yang bodoh, cuma modal bahasa Arab gaul terjemahan. Gak segampang itu memahami injil, taurat dan Al-Qur'an, perlu ilmu filsafat dan berbagai segalanya," ujar Habib Kribo melanjutkan.

"Yesus juga mengajarkan, menjaga agama menjaga diri, kalau enggak, ngapain ikut agama, kalau mau dibom terus saya pasrah gitu? ya tolol!," ujar Habib Kribo melanjutkan.

"Anda merasa lebih tahu dari tuhan, jadi radikal itu sebenarnya anda radikal, anda gak paham agama, goblok, ini radikal!," ujar Habib Kribo melanjutkan.

Habib Kribo menjelaskan bahwa radikalisme selalu ada di setiap agama, yang salah bukan kitabnya, tapi orang yang tidak memahami kitabnya.