Ia juga menegaskan bahwa kualitas hasil AI sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengguna dalam menyusun prompt atau instruksi.
Sementara itu, Wibi Ardi Alvianto menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat video konten pertanian berbasis AI serta mendorong pemanfaatan media digital untuk memperluas akses informasi pertanian kepada masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital juga membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi generasi muda, termasuk melalui platform media sosial seperti TikTok Affiliate.
“Selama hampir tujuh jam workshop berlangsung, peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan disiplin. Meski video animasi berbasis AI masih tergolong baru bagi peserta, hasil karya yang dibuat sudah layak dipublikasikan di media sosial maupun website,” katanya.
Ia mengaku optimistis mahasiswa Polbangtan Gowa mampu menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi di masa mendatang.










