Sebelum Bunuh Diri, Megawati Tinggalkan Surat, Isinya Sedih Banget

Sebelum Bunuh Diri, Megawati Tinggalkan Surat, Isinya Sedih Banget

EP
Syarief
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jeneponto - Sebelum mengakhiri hidupnya di depan buah hatinya yang baru berusia 8 bulan dengan dengan cara gantung diri, Almarhumah Megawati, warga di Kampung Bungung Ba'do Kelurahan Panaikang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Senin, 3 Februari 2020 lalu menulis apa yang dirasakan dalam lima lembar kertas kecil

Catatan kecil yang berisi curhatan hati wanita berusia 20 tahun itu ditemukan dalam lemari pakaiannya oleh Anti, kakak kandung Almarhumah sendiri.

Kalimat yang tertulis dengan tinta hitam menceritakan apa yang dirasakan Almarhumah selama buah hatinya lahir kedunia.

Isi catatan kecil itu mengungkapkan, Almarhumah dan anaknya  butuh perhatian, kasih sayang dari seorang suami serta butuh kedamaian dan  kebahagiaan dalam rumah tangganya.

Kata-kata permohonan maafnya pun beberapa kali diungkapkan dalam catatan kecilnya, tulisan suamiku pun tertulis banyak di atas lima lembar kertas kecil itu, yang menandakan betapa cintanya dengan suaminya.

Dia pun meminta kepada suaminya untuk menjaga, mencintai buah hatinya. Almarhumah pun menulis permohonannya kepada suaminya untuk tidak sekali-kali buat anaknya menangis, yang menandakan begitu cintanya kepada anak semata wayangnya.

Berikut ini curahan hatinya, sebelum mengakhiri hidupnya.

[caption id="attachment_192588" align="alignnone" width="2289"]Sebelum Bunuh Diri, Megawati Tinggalkan Surat, Isinya Sedih Banget Catatan Kecil Ibu rumah tangga yang tewas gantung diri di depan buah hatinya/Syarief[/caption]

Hari pertama...... Suamiku........ Aku sudah banyak membuatmu menderita Aku wanita yang tidak tau terima kasih Suamiku...maafkan, aku sering membuatmu menangis, kamu terluka olehku, maafkan aku yang sudah hadir dalam hidupmu, membawa luka untukmu maafkan aku...... maafkan aku...... maafkan aku....

Sumiku..... Andaikan kamu mau, carilah wanita yang lebih baik dari aku, aku ikhlas demi kebahagiaanmu maafkan aku Aku tidak bisa jadi istri yang baik

Suamiku, maafkan aku Aku sadar Aku bukan istri yang baik, hari demi hari kita lalui bersama, pahit manis kehidupan kita jalani bersama,  pertengkaran yang sering terjadi, kita saling menyakiti, tapi apalah dayaku, aku hanya manusia biasa, lalu apa alasan kamu menikahi aku, apakah kamu masih sayang, aku hanyalah istrimu tapi tak pernah kamu hargai dan tak pernah tau dengan perasaanku, mungkin kamu bahagia kalau aku sudah tak ada, dan semoga kepergianku membuat senang, aku terlalu jahat buatmu.

Hari Kedua Sakitnya dada dan air mataku pun jatuh berlinang, aku tak tau apa yang harus aku lakukan, dan bagaimana lagi aku bicara  yang sebenarnya, aku egois, aku pemarah, aku mudah menangis, aku cengeng, aku istri yang tak berguna.

Suamiku........ Apa yang sedang kami pikirkan dan siapa yang kami sayang......... dan wanita siapa yang ada dalam hidupmu Bicaralah suamiku

Hari Ketiga Suamiku........ Apa kamu bahagia punya anak Apa kamu bersyukur ada Wandi Apa kamu sangat menginginkan kehadiran anak kita Tapi kurasa tidak, kamu tidak sayang sama Wandi, kenapa? Cobalah lihat anakmu yang masih kecil, polos, lucu

Anakmu butuh perhatian, butuh kasih sayang dari orang tuanya Lihatlah anakmu, tataplah matanya anakmu yang masih kecil Dia tidak tau apa-apa, kamu tega, apa kamu tidak merasakan sakit. Dia anakmu, Dia darah dagingmu, Sayangilah anakmu, Cintailah anakmu Dia anakmu tetap anakmu

Suamiku, aku akan melakukan apa saja yang bisa membuatmu bahagia Suamiku, kami jaga hati kamu, dan jika aku sudah tiada, aku mohon sayangilah anak kita, jangan sekali-sekali membuatnya menangis, cintailah anak kita dan jaga anak kita baik-baik.

Suamiku.... Mungkin waktu tidak lama lagi buatku, aku tidak bisa lama-lama bersamamu... Padahal aku punya mimpi, dan mimpi itu adalah selalu bersama kalian Punya anak tiga dan punya rumah sendiri dari hasil keringat sendiri, punya keluarga yang damai bahagia...... Tapi itu semua hanyalah mimpi tidak bisa terwujud Maafkan aku.....