Bayi Seorang IRT Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelalaian Perawat RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto

Bayi Seorang IRT Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelalaian Perawat RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto

S
Syarief

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jeneponto – Sebuah video yang memperlihatkan kesedihan mendalam seorang ibu rumah tangga (IRT) viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan momen memilukan saat keluarga menangisi sang IRT yang berjuang untuk melahirkan bayi yang dikandungnya.

Namun, Allah berkehendak lain, bayi yang baru saja dilahirkan meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi di RSUD Lanto Daeng Pasewang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Video tersebut viral di media sosial, Senin, 7 April 2025 sejak dini hari.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kematian bayi tersebut terjadi akibat kelalaian perawat yang menangani pasien. Dalam video yang beredar di media sosial, keluarga korban menilai pelayanan pihak rumah sakit kurang sigap dan tidak profesional dalam menangani kondisi IRT yang akan melahirkan, yang saat itu sedang membutuhkan penanganan intensif.

Pihak keluarga menyampaikan kekecewaannya dan menuntut klarifikasi serta pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit. “Kami tidak ingin ada korban lain yang mengalami hal serupa. Kami hanya ingin keadilan untuk keluarga kami,” kata salah seorang keluarganya yang enggan disebut namanya.

Sesuai informasi yang dihimpun Terkini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto telah memerintahkan investigasi internal guna memastikan kebenaran dari dugaan kelalaian tersebut.

Hingga saat ini, pihak RSUD Lanto Daeng Pasewang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, pihak RSUD Lanto Daeng Pasewang bakal melaksanakan konferensi pers, Selasa, 7 April 2025.

Video itu telah ditonton ribuan kali dan menuai reaksi beragam dari warganet. Banyak yang menyampaikan belasungkawa, namun tak sedikit pula yang mengecam pihak rumah sakit dan menuntut agar kasus ini ditangani secara serius oleh pihak berwenang.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap pelayanan kesehatan di daerah, khususnya di rumah sakit milik pemerintah. Publik pun berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang dan menjadi bahan evaluasi serius bagi dunia medis di Indonesia.