Save the Children Perkuat Rantai Pasok Kakao Berkelanjutan, Lindungi Anak dan Berdayakan Perempuan di Sulsel

Save the Children Perkuat Rantai Pasok Kakao Berkelanjutan, Lindungi Anak dan Berdayakan Perempuan di Sulsel

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Perempuan Desa Bangun Ekonomi Keluarga

Selain perlindungan anak, program ini juga berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pembentukan 423 Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA).

Dari kelompok tersebut, terkumpul dana simpanan lebih dari Rp15 miliar serta terbentuk lebih dari 100 kelompok usaha mikro perempuan di desa.

Melalui kelompok simpan pinjam tersebut, perempuan desa belajar mengelola keuangan, mengakses permodalan, hingga mengembangkan usaha kecil yang membantu meningkatkan pendapatan keluarga petani kakao.

Senior Manager Agriculture Portfolio Lead Save the Children Indonesia, Ihwana Mustafa, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada ekonomi perempuan, tetapi juga kesejahteraan keluarga dan perlindungan anak.

“Perempuan memiliki peran penting bukan hanya dalam rumah tangga, tetapi juga dalam pembangunan desa dan ekonomi keluarga melalui kelompok tabungan dan pinjaman yang mereka kelola sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Director Advocacy Campaign & Government Relations Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat, menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran ini bertujuan agar praktik baik dari wilayah program dapat direplikasi di daerah lain.

“Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pembelajaran dan praktik baik agar program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bisa direplikasi di daerah lain,” katanya.

Rantai Pasok Kakao dan Masa Depan Anak

Save the Children Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan rantai pasok kakao global tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan petani, perlindungan anak, dan kesetaraan ekonomi perempuan di wilayah penghasil kakao.