Gangguan neurologi dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga produktivitas dan beban ekonomi negara. Karena itu, PERDOSNI merumuskan lima agenda strategis, yaitu:
- Menjadikan kesehatan otak sebagai prioritas pembangunan nasional
- Memperkuat pencegahan dan deteksi dini sepanjang siklus hidup
- Mendorong pemerataan layanan neurologi
- Mempercepat integrasi sains dan teknologi
- Membangun kemitraan lintas sektor
Dukungan Akademisi dan Pemerintah
Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai peran dokter neurologi sangat penting dalam meningkatkan kualitas kognitif masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Kolegium Neurologi Indonesia Prof. Syahrul, Guru Besar Neurologi Unhas Prof. Muhammad Akbar, serta perwakilan Pemerintah Kota Makassar.
Dampak bagi Makassar
Selain memberikan kontribusi ilmiah, kegiatan ini juga berdampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Kehadiran peserta dari berbagai daerah turut mendorong sektor perhotelan, kuliner, dan ekonomi kreatif di Makassar.
Para peserta juga diperkenalkan dengan kekayaan budaya Sulawesi Selatan serta keramahan masyarakat setempat.
Melalui penyelenggaraan ini, Makassar diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu kota tujuan utama untuk pertemuan ilmiah nasional maupun internasional.
Tentang PERDOSNI
Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) berdiri sejak 1988 dan saat ini menaungi lebih dari 2.500 dokter neurologi di seluruh Indonesia. Organisasi ini aktif berperan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan saraf, termasuk edukasi masyarakat terkait deteksi dini dan pencegahan stroke, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan penyakit neurologi.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih pendek (untuk media online 1.000–1.500 karakter) atau versi rilis resmi (press release format PR).










