Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan: Hujan Tak Berhenti, Ancaman Mengintai

Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan: Hujan Tak Berhenti, Ancaman Mengintai

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini – Makassar, pagi ini, Selasa, 21 Januari 2025, suasana terasa mencekam meski aktivitas tetap berjalan seperti biasa. Awan kelabu menggantung di atas wilayah Sulawesi Selatan, membawa hujan ringan yang berpotensi terus berlanjut sepanjang hari.

Di sudut kota, masyarakat bersiap menghadapi hari dengan waspada, terutama setelah prediksi cuaca dari BMKG memperingatkan intensitas hujan yang akan meningkat. Namun, Gowa dan Takalar akan diguyur hujan sedang, sementara hanya Palopo dan Toraja Utara yang diprediksi berawan.

Ketika siang tiba, hujan akan menyebar dengan intensitas ringan hingga sedang, menandai betapa cuaca ekstrem mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sulawesi Selatan.

Di malam hari, sebagian besar wilayah masih akan diguyur hujan ringan. Namun, beberapa daerah seperti Bantaeng, Barru, Bulukumba, Parepare, Pinrang, Sinjai, Soppeng, dan Wajo diperkirakan hanya akan berawan.

Dini hari nanti, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Makassar, Pangkep, dan Takalar masih akan didera hujan ringan, sementara daerah lainnya mungkin menikmati istirahat sejenak dari curahan air langit yang tiada henti.

Detil yang Menggambarkan Kecemasan

Suhu udara hari ini diperkirakan berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 87 hingga 100 persen. Angin yang bertiup dari barat ke utara dengan kecepatan 7 hingga 30 kilometer per jam menambah tantangan bagi mereka yang tinggal di pesisir.

Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah peringatan dini mengenai gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang diprediksi akan terjadi di berbagai perairan. Selat Makassar bagian selatan, Perairan Pare-Pare, dan Laut Flores adalah beberapa kawasan yang masuk dalam daftar zona waspada. Di daerah ini, nelayan mungkin harus mengurungkan niat mereka untuk melaut.

Realitas yang Tidak Dapat Dihindari

Di tengah laporan ini, ada kekhawatiran yang semakin nyata: ancaman banjir dan longsor. Di daerah dataran rendah, genangan air yang semakin tinggi mulai membatasi pergerakan masyarakat. Sementara itu, di kawasan perbukitan, hujan deras dapat menjadi pemicu longsor yang mematikan.

Langit kelabu Sulawesi Selatan hari ini bukan hanya soal cuaca. Ini adalah potret bagaimana perubahan iklim mulai menekan kehidupan sehari-hari. Dari sudut kota Makassar hingga pelosok Toraja, semua orang berhadapan dengan kenyataan yang sama: bahwa hujan tak lagi hanya soal air yang turun dari langit, tetapi juga ancaman yang perlu diantisipasi dengan cermat.

Dengan prediksi hujan yang tiada henti, Sulawesi Selatan memasuki hari baru dengan langkah hati-hati, berdoa agar badai segera berlalu dan matahari kembali menyinari tanah ini.