"Karena yang bersangkutan ini sebagai pimpinan pondok pesantren, ada rasa takut dari santri. Banyak korbannya, ada yang dari Jombang, dari Jawa Tengah juga ada. Ini masih kami proses, tidak menutup kemungkinan ada korban lain," timpal Kapolres Jombang AKBP, Agung Setyo Nugroho.
Mirisnya, ketika ditanya alasan melakukan perbuatan bejat dan super tak senonoh itu, sang pimpinan Ponpes menjawab, "Karena enak."










