Terkini, Jakarta — Bekerja di perantauan selalu membawa harapan, namun juga menyimpan risiko yang tak terduga, seperti yang dialami almarhum Joni Pailin yang meninggal diperantauan.
Dalam kondisi seperti ini, jarak dan keterbatasan informasi kerap membuat keluarga berada dalam ketidakpastian, sehingga kehadiran komunikasi dan kepedulian menjadi sangat penting.
Dalam situasi itulah, kepedulian kembali ditunjukkan oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang. Ia membantu proses pemulangan jenazah almarhum Joni Pailin, tenaga kerja Indonesia asal Toraja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di atas kapal MV Kendra Oldendorff saat berlayar dari Jerman menuju Rusia pada pertengahan Maret 2026 lalu.
Kabar duka tersebut awalnya diterima pihak keluarga almarhum pada malam hari dari pihak perusahaan di Jakarta. Dalam suasana berduka dan penuh ketidakpastian, keluarga hanya mengetahui bahwa jenazah masih berada di Jerman dan harus melalui proses hukum setempat, termasuk autopsi oleh kepolisian sebelum dapat dipulangkan.
Saat Harapan Menipis, Bantuan Datang dan Proses Dipercepat
Di tengah situasi yang tidak mudah, keluarga sempat ragu untuk mencari bantuan, lantaran tidak tahu harus ke mana. Namun melalui kerabatnya, Johanis yang berada di Kalimantan Utara, mereka akhirnya memberanikan diri menghubungi Frederik Kalalembang. Kekhawatiran awal pihak keluarga, takut tidak direspons, justru terjawab dengan sikap terbuka dan langkah cepat dari Frederik.
Begitu menerima informasi tersebut, Frederik segera melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jerman serta atase terkait, sekaligus memfasilitasi komunikasi antara keluarga dan pihak perusahaan.
Dengan komunikasi yang terjalin baik dengan KBRI, seluruh proses akhirnya dapat berjalan lebih terarah tanpa kendala berarti. Mulai dari proses autopsi, pengurusan dokumen, hingga pengaturan perjalanan ke Indonesia berjalan dengan lancar dan terkoordinasi.
Di sisi lain, pihak perusahaan melalui crewing director juga terus berkoordinasi dengan keluarga atas bantuan Frederik Kalalembang, termasuk dengan istri almarhum di Tarakan dan kerabat di Jerman. Setelah proses autopsi dinyatakan selesai, perusahaan melengkapi seluruh dokumen penting seperti akta kematian dan izin pemulangan jenazah.
Frederik tidak hanya berhenti pada koordinasi awal. Ia juga memantau perkembangan proses ini dari hari ke hari, memastikan setiap tahapan berjalan hingga tuntas.
“Ini masalah kemanusiaan. Saya tidak akan sungkan membantu jika memang ada yang bisa kami bantu. Jangan ragu untuk menyampaikan. Dalam kondisi seperti ini, yang penting komunikasi jangan putus,” ujar Frederik yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKatNUS).










