Terkini.id, Jakarta - Pemimpin senior Hamas, Yehya Sinwar mengaku mending mati dibunuh pihak Israel dibandingkan harus merasakan sakit khususnya apabila terpapar Covid-19.
Yehya mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutan usai pejabat kesehatan Gaza memperingatkan tentang potensi bencana yang akan terjadi.
Tak hanya itu, dalam sambutannya, ia juga memperingatkan pengujian vaksinasi Covid-19 yang secara keseluruhan hampir terbengkalai akibat kisruh dengan Israel.
Yehya menyebut bahwa ia mending mati dibunuh pihak Israel dibandingkan penyakit yang harus menggerogoti tubuhnya.
"Hadiah terbesar yang bisa diberikan Israel kepada saya adalah dengan membunuh saya,” ujarnya, dikutip dari Hops, Jumat 28 Mei 2021.
“Saya lebih suka mati sebagai martir karena F-16 daripada mati karena virus corona atau penyakit (lain),” imbuhnya.
Di samping itu, dengan adanya gencatan senjata, Palestina akan fokus menangani virus Covid-19.
Setidaknya untuk sementara ini penduduk Gaza memang menghadapi peningkatan risiko terhadap adanya pandemi virus Covid-19.
Melansir laporan UNICEF, setidaknya 72.000 warga Palestina telah terlantar secara internal oleh serangan Israel, yang merobohkan beberapa bangunan bertingkat.
Tempat pengungsian di mana dijadikan sebagai tempat persembunyan warga sipil Palestina diduga telah menjadi sumber penyebaran infeksi.
Oleh karena itu, para pekerja bantuan khawatir gelombang ketiga virus corona akan menyerang daerah tersebut.










