Tagor menilai jika Rafael Alun adalah sosok yang sombong atau memang Rafael menganggap ia sebagai orang rendah.
"Harapan saya bisa ngobrol (soal kasus penganiayaan David). Tapi ya begitu orangnya (sosok Rafael Alun). Entah karena kesombongannya atau keangkuhannya, atau dia menganggap saya orang rendah," ucap Tagor.
Baca juga: Polres Jeneponto Kirim SPDP Kasus Penganiayaan di Bungung Lompoa, Pelaku Sudah Ditahan
Tagor mengaku dirinya sempat merasa minder ketika berhadapan dengan Rafael Alun, sebab ia mengenal Mario sebagai anak pejabat yang kaya raya.
Namun ia tetap berharap bisa berkomunikasi langsung dengan Rafael Alun untuk membicarakan kasus yang menjerat anaknya itu.
Terlebih, kata Tagor, anaknya terseret kasus ini karena dipaksa ikut dalam rencana kejahatan Mario. Di antaranya mulai dari menyuruhnya naik ojek online, transportasi umum dan akhirnya dijemput Mario menggunakan mobil.
Baca juga: Kajari Jeneponto Ikuti Ekspose Restorative Justice Kasus Penganiayaan
Lebih lanjut, ia pun berharap, pengadilan bisa menjatuhi hukuman yang seadil-adilnya untuk anaknya. Sebagai seorang ayah, tentu ia mengharapkan sang anak bebas dan kembali pulang ke rumah.










