Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Bisa Ditekan, Pengamat: Kemiskinan Turun Ketimpangan Naik, Paradoks

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Bisa Ditekan, Pengamat: Kemiskinan Turun Ketimpangan Naik, Paradoks

Yulneidi Nurwansyah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, JakartaBhima Yudhistira selaku Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia bisa ditekan adalah sebuah paradoks.

Kemiskinan turun dan ketimpangan naik adalah paradoks,” ujar Bhima yang dilansir dari Suara.com, Minggu 17 Juli 2022.

Menurutnya walaupun ada sedikit kenaikan daya beli pada masyarakat namun kemampuan penduduk miskin untuk menyamai level pendapatan 20 persen orang kaya masih sangat lambat.

Bhima melanjutkan bahwa warga yang kaya di Indonesia memberikan kontribusi yang makin tinggi perihal konsumsi rumah tangga terutama jika dihitung dari aset.

Bhima menuturkan bahwa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mestinya bisa menekan angkan kemiskinan ternyata gagal.

“Masalahnya berbagai stimulus fiscal kepada korporasi sering tidak tepat sasaran, dan tidak menetes ke pekerja terbawah,” ucapnya.

Bahkan menyurutnya sejumlah dana yang telah dikucurkan PEN malahan digunakan untuk menyelamatkan permasalahan BUMN yang telah bobrok bahkan sebelum pandemi menerjang.

"Masalah PEN juga terkait serapan anggaran yang rendah, termasuk di level pemda. Dengan berbagai alasan mulai data yang belum sinkron, masalah administrasi menimbulkan hambatan pada serapan PEN," imbuhnya.

Bhima menambahkan bahwa Pemerintah Daeah pun harus bertanggung jawab untuk menekan angka kemiskinan.

“Sampai Mei 2022 masih ada Rp. 200 Triliun anggaran Pemda yang diparkir di Bank belum dicairkan,” bebernya.

Jumlah warga miskin di Indonesia yang terdata hingga saat ini masih sekitar puluhan juta, walaupun menurut Badan Pusat Statistik (BPS) telah terjadi penurunan angka kemiskinan.