Masyarakat Pertanyakan Kualitas Aspal Salah Satu Pekerjaan Jalan yang Menggunakan Dana PEN

Masyarakat Pertanyakan Kualitas Aspal Salah Satu Pekerjaan Jalan yang Menggunakan Dana PEN

FH
HZ
Farel Haeril
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Soppeng - Beberapa waktu lalu pemerintah pusat menggelontorkan dana untuk percepatan pemulihan ekonomi akibat pademi covid 19. Sejumlah kabupaten di seluruh Indonesia keciparatan dana pemulihan ekonomi (PEN).

Seperti halnya kabupaten Soppeng mendapat kucuran dana Pemulihan ekonomi mencapai Rp 141 miliar. Anggaran PEN tersebut diperuntukkan kepada pembangunan infrastruktur, dari jalan hingga pembangunan pasar sentral Soppeng.

Namun disayangkan berapa pekerjaan infrastruktur tidak sesuai dengan apa yang di inginkan masyarakat, pekerjaan yang dimaksud yakni pekerjaan jalan kayangan-bilatungke yang jauh dari kesempurnaan,terlihat dari pantauan jalan nampak bergelombang dan tidak rata bahkan sudah ada yang di tambal.

Pekerjaan jalan kayangan-bila tungke menggunakan dana PEN yang mencapai Rp9 miliar, dengan kontrak 120 hari kalender yang di mulai 07 Maret 2022 dikerjakan CV Putra Delapan-Delapan.

Berbeda dengan pekerjaan ruas jalan Cikkee - Limpong Bangke di mana jalan tersebut juga menghubungkan jalan Bilatungke dan Kayangan, namun jalan yang juga menggunakan dana PEN mencapai Rp13 milyar yang dikerja PT Bumi Putra Angkasa nampak sempurna dan tidak bergelombang bahkan tidak ada tambalan satu pun.

Pelaksana CV Delapan-delapan Baha tidak mengetahui kualitas aspal dalam pekerjaan ruas jalan Kayangan-bila Tungke.

Mengenai banyak tambalan menurutnya diakibatkan adanya tumpahan Solar sehingga pelaksana (CV Delapan-delapan) mengcutter aspal dan melakukan menambal jalan yang telah ditumpahi solar.

"Saya tidak tau kualitasnya, kalau yang ada tambalannya itu dikarenakan ada tumpahan Solar jadi kita cutter aspal baru kita tambal ulang karna kalau tidak dilakukan aspal tetap rusak," ucap Baha.

Warga juga menilai bahwa kualitas pengerjaan proyek jalan yang menggunakan dana PEN tersebut sepertinya agak berbeda dengan jalan yang disebelah, bisa dipastikan dengan tampak langsung.

Di mana dalam pengerjaan dua proyek infrastruktur ini saling menghubungkan. Maka dari itu, untuk memastikan apakah kondisi dan kualitas aspal yang digunakan seperti apa, ada baiknya instansi terkait seperti (Aparat Hukum) turun ke lapangan melakukan pengecekan.

"Kalau diliat diduga agak asal jadi. Dan sebaiknya aparat hukum turun kelapangan melihat langsung kondisi dan kualitas bahan yang digunakan," kata Rais, warga yang melintas daerah itu.

Kepala Bidang Bina marga PUPR kabupaten Soppeng Andi Anto saat di hubungi via selulernya belum dapat memberikan keterangan mengenai pekerjaan ruas jalan kayangan-bilatungke