“Seluruh perusahaan yang akan ditampilkan akan melalui proses kurasi bersama Kementerian Luar Negeri untuk memastikan kesiapan mereka dalam menjalin kerja sama internasional,” jelas Mario.
Ia menambahkan, forum tersebut akan menghadirkan berbagai agenda utama, mulai dari seremoni pembukaan hingga business matching (B-to-B) antara pelaku usaha lokal dan delegasi negara peserta.
Menurut Mario, forum ini juga menjadi peluang besar untuk memperluas pasar ekspor pelaku usaha lokal, khususnya ke kawasan Timur Tengah.
“Kita ingin pelaku usaha yang selama ini telah menembus pasar Jepang, Eropa, dan Amerika bisa berekspansi ke negara-negara Timur Tengah melalui forum ini,” katanya.
Selain sektor usaha, Pemerintah Kota Makassar juga mempertimbangkan untuk menawarkan sejumlah proyek strategis daerah kepada investor asing, termasuk pengembangan kawasan Untia yang saat ini masih dalam tahap finalisasi.
Rencananya, pembukaan IGS Diplomatic Tour 2026 akan dilakukan langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan diplomasi ekonomi daerah.
Melalui forum tersebut, Pemkot Makassar berharap mampu memperluas akses pasar internasional, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi Makassar sebagai pusat perdagangan dan investasi di Indonesia Timur.










