“Tidak perlu banyak, tapi yang benar-benar siap. Kita ingin yang hadir memang memiliki kesiapan untuk langsung berkolaborasi,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu turut mendorong keterlibatan organisasi strategis seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dalam forum bisnis tersebut.
Ia berharap pelaksanaan IGS 2026 tidak berhenti pada diskusi formal, melainkan menghasilkan kerja sama konkret seperti penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan realisasi investasi dengan nilai yang jelas.
“Saya ingin ada hasil nyata. Kalau bisa ada penandatanganan kerja sama dengan nilai investasi yang jelas, itu akan menjadi capaian besar bagi Makassar,” ujarnya.
Selain itu, Munafri mengarahkan agar materi bisnis dan profil investasi telah didistribusikan kepada delegasi sebelum kedatangan mereka di Makassar.
Dengan demikian, peserta forum dapat langsung melakukan pembahasan mendalam terkait peluang kerja sama yang tersedia.
“Jadi saat mereka datang, mereka sudah mengetahui potensi yang ditawarkan dan tinggal mendalami peluang yang paling sesuai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, mengatakan seluruh persiapan dilakukan secara intensif dengan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Ia menyebutkan pelaksanaan IGS 2026 direncanakan berlangsung di Hotel Claro Makassar dengan menggunakan dua ruang utama, yakni Macora I dan Macora II.
Mario menjelaskan, pihaknya saat ini fokus menyusun dan mengkurasi profil potensi investasi Kota Makassar serta profil pelaku usaha lokal, baik UMKM maupun perusahaan besar, yang akan dipromosikan kepada investor asing.










