Dengan tangan tim Satgas TMMD ke-116, badan jalan tersebut mulai diukur, guna menentukan panjang dan lebar perintisan jalan. Setelah pengkavlingan dilalui. Di pagi hari, Kamis, 11 Mei 2023, personel Satgas TMMD yang dibantu masyarakat mulai memanfaatkan 'senjata pamungkasnya.
Alat pamungkasnya itu digunakan sesuai fungsinya, suara galian, mulai terdengar bagaikan burung berkicau di pagi hari. Kicauan alat pamungkas menyemangati masyarakat dan personel TNI-Polri untuk bertempur. Terlihat juga alat berat mulai bergerak.
Peluh keringat mengucur membasahi seragam, namun semangat personel untuk membangun demi mewujudkan impian masyarakat Butta Turatea tidak luntur, slogan Bersama Rakyat, TNI Kuat tetap terpatrah.
Dalam perintasan jalan sepanjang 1.750 meter, bangunan fisik pendukung yang dibangun diantaranya, pembangunan jembatan beton ukuran 2 x 18 meter, plat duikker 1 x 1 x 18 meter dan talud yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan kondisi jalan.
Peningkatan ekonomi rakyat menjadi sebuah acuan dalam perintisan jalan penghubung Lingkungan Bonto Baddo dan Kalakkara itu. Dengan kucuran keringat Satgas TMMD ke-116 Kodim 1425 Jeneponto berjuang selama kurun waktu 28 hari, Kini, jalan yang dibangun TNI tersebut telah dapat dimanfaatkan.oleh warga. Untaian kegembiraan dan kebahagiaan warga pun terlontar menuturkan rasa syukurnya.
Rewa (45) warga Bonto Baddo menganggap, program TMMD ke-116 adalah suatu anugerah dari Allah SWT, yang diturunkan melalui TNI, hal itu diutarakan karena selama puluhan tahun masyarakat menantikan jalan penghubung antar Lingkungan Bonto Baddo dan Lingkungan Kalakkara telah terwujud.
"Kami sangat bersyukur, perintisan jalan ini sudah puluhan tahun kami nantikan, Alhamdulillah, jalan ini sangat bermanfaat untuk kami warga Kelurahan Empoang, terlebih petani yang memiliki lahan pertanian diarea jalan ini. Ini merupakan program terobosan TNI yang sangat luar biasa, TNI selalu hadir untuk mewujudkan harapan rakyat," kata Rewa yang disertai dengan raut wajah kegembiraan kepada makassar.terkini.id, Selasa, 6 Juni 2023.
Orang tua dari tiga orang anak itu mengungkapkan kisah para petani sebelum hadirnya jalan yang dirintis oleh TNI di tanah kelahirannya. Menurutnya selama puluhan tahun para petani harus menyiapkan tenaga untuk memikul hasil taninya dari sawah menuju rumahnya dengan jarak sejauh kurang lebih 1 kilometer.
"Selama ini kami memikul hasil panen jagung kuning dan padi dari kebun dan sawah, jaraknya kira-kira lebih 1 kilometer, kita harus memikul karena tidak ada akses jalan yang bisa dilewati kendaraan, yang paling sedih saya lihat jika istri ikut memikul hasil panen, untuk itu kami sangat bersyukur dengan adanya jalan ini," tutur Rewa.
Sementara, Kepala Kelurahan Empoang Utara, Abdul Rahman mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TNI yang telah mewujudkan harapan warganya yang puluhan tahun dinantikan.










