Terkini.id, Jeneponto - Sinar mentari pagi menyinari bumi, warga Bonto Baddo, Kelurahan Empoang Utara, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi mulai bergegas untuk melakukan aktivitas, namun mereka dikejutkan dengan sekelompok orang berbadan tegap dan gagah memasuki wilayah kampungnya.
Mereka kaget dengan sejumlah sosok yang mengenakan atribut lengkap, mulai dari baret, seragam loreng yang diiringi sentakan kaki serentak menyisir wilayah perkampungan Bonto Baddo hingga Kalakkara.

Warga tersentak dan bulu-bulu kulinya merinding, dalam hatinya penuh tanya, 'ada masalah apa yang terjadi di kampung kelahirannya itu', sehingga sekelompok orang dan berseragam loreng bersama seragam coklat tiba-tiba masuk di kampung tempat tinggalnya.
Sejumlah orang berseragam itu pun memasuki kampung warga dengan visi dan misi operasi yang mulia di bawah komando pimpinan. Bahkan, mereka masing-masing terlihat memegang senjata laras panjang, yang dimungkinkan akan menyasar hingga jarak 1.750 meter yang akan dijadikan medan tempur.

Dengan digeluti rasa bimbang, warga memperhatikan gerak langkah sekelompok orang itu, ternyata mereka Satgas TMMD ke-116 yang berasal dari personel TNI bersama sejumlah anggota Kepolisian dan pihak pemerintah Kabupaten Jeneponto yang dilengkapi dengan senjata berupa cangkul, sekop, linggis, gerobak dan perlengkapan perang lainnya.
Senjata yang dibawa itu pun semata-mata untuk menjalankan tugas mulia yang telah diprogramkan dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 116 Reguler tahun 2023. Alat yang dibawa tim khusus itu untuk digunakan untuk berperang dalam mewujudkan harapan warga yang puluhan tahun di impikan.
Tim itu datang di Kelurahan Empoang Utara, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dengan visi 'Sinergitas lintas sektor mewujudkan kemanunggalan TNI rakyat semakin kuat' untuk merintis jalan penghubung antar Lingkungan Bonto Baddo hingga Lingkungan Kalakkara. Perintisan jalan yang ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu kurang lebih 30 hari itu, diperkirakan mencapai panjang 1.750 meter.

Pasukan itu pun disambut hangat oleh warga seraya dipenuhi rasa syukur dan haru. Disaat bercengkrama warga tidak meminta apa-apa, mereka hanya menginginkan akses jalan menuju ke lahan pertaniannya yang diimpikan selama puluhan tahun dapat terwujud.
Mereka mengharapkan jalan itu agar bisa meningkatkan taraf perekonomian keluarganya. Warga Kelurahan Empoang Utara memang sudah lama menanti dan mendambakan jalan tersebut dibangun. Kini, TNI datang untuk mewujudkan secercah jalan harapan untuk warga agar mencapai kesejahteraan melalui program TMMD ke-116 Kodim 1425 Jeneponto.
Tahapan pembangunanan pun mulai dikerjakan. Medan yang sangat lumayan berat menjadi rintangan dalam berperan, namun dengan sinergitas lintas sektor, semangat berpacu dengan waktu yang telah ditetapkan tetap terpatrah dalam jiwanya. Pekerjaan itu dilaksanakan dengan semangat ria gembira, hal itu terlihat dari raut wajah personil dari lintas sektor yang terlibat dalam kegotongroyongan.










