PDAM mencatat bahwa penurunan debit air baku menjadi faktor utama terganggunya layanan.
Saat ini debit air sempat turun dari kondisi normal sekitar 400 menjadi di bawah 100, sebelum akhirnya meningkat kembali ke kisaran 300 setelah hujan.
Menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juni hingga Agustus berdasarkan data BMKG, PDAM Makassar telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif.
Di antaranya penambahan pompa di sejumlah titik, kerja sama dengan pemerintah provinsi dan BPBD, serta pengembangan sumber air alternatif seperti sumur bor.
“Kami sudah siapkan berbagai skenario untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.










