OJK Sulselbar Buka Akses Magang bagi Mahasiswa FBS UNM

OJK Sulselbar Buka Akses Magang bagi Mahasiswa FBS UNM

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat membuka akses magang berdampak bagi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas literasi keuangan sekaligus menghadirkan pengalaman profesional lintas disiplin bagi mahasiswa.

Peluang tersebut disampaikan dalam kegiatan Road to Pekan Reksa Dana yang berlangsung di Ruang Senat FBS UNM, Kamis 16 April 2026.

Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Pelindungan Konsumen serta Perizinan OJK Sulselbar, Arif Machfoed, menegaskan bahwa OJK terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan, termasuk bidang bahasa dan sastra.

“Kami sangat terbuka menerima mahasiswa dan pelajar yang ingin belajar mengenai keuangan. Kami juga menyambut baik jika ada mahasiswa yang ingin mengambil sektor magang di kantor kami,” ujar Arif.

Ia menilai, kompetensi di bidang bahasa memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Kemampuan komunikasi, penulisan, serta penyampaian pesan menjadi kekuatan penting dalam mengedukasi publik terkait sektor jasa keuangan.

Program magang ini dirancang tidak hanya sebagai pengenalan dunia kerja, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang aplikatif dan substantif.

Mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan industri jasa keuangan, termasuk memahami fungsi pengawasan OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNM, Prof Anshari, menyambut positif inisiatif tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan peluang strategis untuk memperkaya kompetensi mahasiswa di luar bidang akademik utama, sekaligus membekali mereka menghadapi dunia kerja yang semakin multidisipliner.

Selain itu, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang bahasa dan sastra, tetapi juga memiliki literasi finansial yang kuat serta pengalaman profesional yang relevan.

"Ke depan, kolaborasi ini diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kawasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat," pungkasnya.