Netizen Ramai Buat Tagar Boikot India, Ada Apa?

Netizen Ramai Buat Tagar Boikot India, Ada Apa?

Annisa Puteri

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Tagar Boikot India menjadi perbincangan dikalangan pengguna twitter. Hal tersebut akibat pernyataan Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), Nupur Sharma di sebuah televisi nasional India.

Sharma diduga mengolok-olok Al-Quran. Ia menyamakannya dengan "bumi itu datar".

Ia pun menghina sosok panutan umat Muslim, Nabi Muhammad SAW karena menikah dengan wanita usia belia, Aisyah.

"Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan dengannya pada usia sembilan tahun," ujarnya dikutip dari cnbcindonesia.com, Senin 6 Juni 2022.

Di India sendiri, Sharma telah dilaporkan atas tuntutan penghinaan karena tindakannya yang menimbulkan polemik.

Laporan itu berasal dari oganisasi pendidikan dan budaya islam, Reza Academy dan partai nasionalis India Tipu Sultan (TPS).

"Tindakan Nupur Sharma mempromosikan perasaan permusuhan, kebencian atau niat buruk antara kelompok atau komunitas agama dan regional yang berbeda, menyebabkan kerusuhan dan gangguan sipil," tulis pengaduan tersebut.

Menanggapi laporan yang menyasar dirinya, Nupur Sharma kemudian menulis komentar pembelaan di twitter. Ia mengatakan komentarnya merupakan "tanggapan atas penghinaan yang dibuat terhadap dewa Hindu Siwa".

"(Namun) jika kata-kata saya telah menyebabkan ketidaknyamanan atau menyakiti perasaan keagamaan siapa pun, saya dengan ini menarik pernyataan saya tanpa syarat," katanya.

Akibat kontroversi tersebut, negara-negara Arab yaitu Arab Saudi, Qatar, Kuwait hingga Bahrain mengecam negara India dan menyebutnya Islamofobia.

Kedutaan Besar India di Doha, Qatar, juga sempat mengeluarkan pernyataan bahwa tindakan keras telah diambil terhadap elemen yang telah membuat komentar yang menghina.

Diketahui, India memiliki hubungan dagang yang erat dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yakni Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Namun karena kontroversi ini, dikabarkan pusat perbelanjaan besar di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain memboikot produk India.