Diduga Akibat Ujaran Rasis Nupur Sharma, Hacker Pakistan Retas TV India dan Minta Hormati Nabi Muhammad SAW

Diduga Akibat Ujaran Rasis Nupur Sharma, Hacker Pakistan Retas TV India dan Minta Hormati Nabi Muhammad SAW

Ainur Roofiqi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta- India baru-baru ini dikejutkan dengan peristiwa peretasan stasiun TV terkenal oleh kelompok hacker Pakistan.

Peristiwa peretasan tersebut diduga akibat ujaran Jubir Partai Bharatiya Janata Nupur Sharma yang bernada ejekan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa peretasan stasiun TV India diunggah akun @BalvyHaddad melalui akun Twitternya sebagaimana dilihat pada Senin 13 Juni 2022.

Kelompok hacker atau peretas diduga berasal dari Pakistan disebut bernama "Team Revolution PK".

Adapun stasiun TV India yang menjadi sasaran peretasan tersebut adalah Time8 News.

"Hacker asal Pakistan 'Team Revolution PK' berhasil membajak salah satu stasiun TV terkenal India, Time8 News," tulis akun BalvyHaddad.

Akun BalvyHaddad tersebut menyebut kelompok peretas tersebut telah sukses meretas sampai pihak stasiun TV me-reboot servernya.

"Mereka berhasil membajak hingga stasiun TV tersebut mematikan Siaran langsungnya dan meReboot server mereka," ungkapnya.

Diduga Akibat Ujaran Rasis Nupur Sharma, Hacker Pakistan Retas TV India dan Minta Hormati Nabi Muhammad SAW
(Twitter/BalvyHaddad)

Dalam peretasannya, kelompok hacker Team Revolution PK berhasil memutarkan lagu "Ya Nabi Salam Alaika" yang dipopulerkan oleh penyanyi Maher Zain.

Di samping itu, kelompok tersebut juga menuliskan pada tampilan layar TV, Respect The Holy Prophet Muhammad SAW (Hormati Nabi Muhammad SAW).

Peretasan yang dilakukan sampai membuat pihak stasiun TV India mematikan server mereka seketika.

"Hacker tersebut memutar lagu 'Ya Nabi Salam Alaika' milik Maher Zain, dan menuliskan 'Respect The Holy Prophet Muhammad S.A.W' mereka memutar lagu tersebut sampai pihak penyiar televisi India mematikan Server mereka secara langsung," jelasnya.

Menurut akun BalvyHaddad, kelompok hacker Pakistan merupakan hacker terbaik di dunia. Peringkat terbaik hacker Pakistan merupakan hacker terbaik setelah India sendiri.

"Hacker Pakistan adalah hacker terbaik Di Dunia setelah India itu sendiri," terangnya.

Kelompok hacker Pakistan juga telah diakui oleh negara-negara maju akibat kehebatannya untuk meretas atau membajak sesuatu.

"Mereka telah di akui oleh negara² maju tentang kehebatan mereka dalam meretas sesuatu," jelasnya.

Bahkan, kata BalvyHaddad, hacker Pakistan juga dipakai dalam sebuah film asal Spanyol Money Heist karena kehebetan mereka.

"Hacker Pakistan bahkan di pakai di Film Money Heist karena kehebatan mereka," pungkasnya.

Diduga Akibat Ujaran Rasis Nupur Sharma, Hacker Pakistan Retas TV India dan Minta Hormati Nabi Muhammad SAW
(Twitter/BalvyHaddad)

Sebelumnya, Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma melontarkan komentar kontroversial yang bernada hinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Diketahui, BJP merupakan partai berkuasa di India dan merupakan partai dari Perdana Menteri India Narendra Modi.

Komentar Nupur Sharma terhadap Nabi Muhamad SAW telah memicu kerusuhan sarat kekerasan di Kanpur, Uttar Pradesh, sebagaimana dilansir dari detik.com.

Dalam pernyataannya, BJP mengumumkan Sharma telah diperiksa oleh komisi disiplin partai dan hasilnya dia dinonaktifkan dari BJP. Ditegaskan juga oleh BJP bahwa Sharma telah menyampaikan pandangan yang bertentangan dengan posisi partai dalam berbagai hal, yang jelas melanggar konstitusi partai.

"Anda telah menyampaikan pandangan yang bertentangan dengan posisi partai dalam berbagai hal, yang merupakan pelanggaran jelas terhadap aturan nomor 10 (a) pada konstitusi BJP," demikian pernyataan Sekretaris Komisi Disiplin Pusat BJP, Om Pathak, dalam surat kepada Sharma.

"Saya telah diarahkan untuk menyampaikan kepada Anda bahwa selama penyelidikan lebih lanjut berlangsung, Anda dinonaktifkan dari partai dan dari tanggung jawab/tugas Anda jika ada, dengan segera," tegas surat tersebut.

Sharma sendiri telah menyampaikan permohonan maaf dan mencabut kembali komentarnya yang memicu kontroversi. "Saya menarik kembali kata-kata saya jika itu menyakiti sentimen agama siapapun," katanya.

Selain Shamar, BJP juga mengambil tindakan terhadap Naveen Kumar Jindal yang memposting pernyataan yang dinilai menghasut soal Nabi Muhammad via Twitter. Jindal yang memimpin unit media BJP di New Delhi dikeluarkan dari partai.

Ditegaskan BJP bahwa pandangan yang disampaikan Jindal via media sosial telah merusak kerukunan umat dan jelas melanggar keyakinan fundamental.