Muncul Petisi Agar Dekan Unhas Selidiki Kasus Meninggalnya Mahasiswa Teknik Virendy Marjefy

Muncul Petisi Agar Dekan Unhas Selidiki Kasus Meninggalnya Mahasiswa Teknik Virendy Marjefy

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sebuah petisi yang menuliskan agar Dekan Universitas Hasanuddin alias Unhas segera menyelidiki kasus meninggalnya Mahasiswa Fakultas Teknik Virendy Marjefy Wehantouw dalam kegiatan diksar Mapala di Maros, Sulawesi Selatan beredar di media sosial.

Dalam petisi tersebut tertuliskan mengenai respon Dekan Unhas yang saat ini hanya melakukan pemberhentian kegiatan diksar Mapala Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin tanpa adanya penyelidikan lebih lanjut.

“Menanggapi Surat Keputusan Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Nomor : 1158/UN4.7/BU.01/2023 Tentang Penghentian Sementara Kegiatan Kemahasiswaan dan Organisasi Kemahasiswaan UKM MAPALA 09 Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, poin 3 yang berbunyi : Membentuk Tim Investigasi internal dengan tugas dan wewenang menggali informasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan kronologis kejadian yang sebenarnya yang menimpa salah seorang peserta Pendidikan Dasar dan Orientasi Medan XXVII yang diselenggarakan oleh UKM MAPALA 09 Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dan memberikan rekomendasi tindak lanjut kepada Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin,” tulis Himpunan Mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin alias HMA FT UH dalam petisi di change.org, Jumat 20 Januari 2023.

HMA FT UH juga meminta kepada Dekan Fakultas Teknik Unhas untuk mengusut kasus tewasnya Virendy Marjefy Wehantouw secara transparan.

“Maka dengan ini HMA FT-UH berupaya membuat petisi sebagai bentuk desakan terhadap pihak Fakultas untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa saudara Virendy Marjefy Wehantouw secara ADIL dan TRANSPARAN,” ujarnya.

Sebagai informasi, Virendy Marjefy Wehantouw dinyatakan telah meninggal dunia pada Jumat 13 Januari 2023 akibat mengikuti diksar Mapala yang dilaksanakan selama 5 hari di Maros, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan keterangan Ibrahim selaku Ketua Mapala 09 Fakultas Teknik Unhas, Virendy Marjefy awalnya mengeluhkan kecapean dan sempat berhalusinasi.

Ibrahim mengklaim bahwa pihaknya telah mengupayakan pertolongan pertama pada mahasiswa Fakultas Teknik Unhas yang masih berusia 19 tahun tersebut.

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan kalau Virendy Marjefy tidak terserang demam hanya terus mengeluhkan kelelahan.

Akhirnya pihaknya berinisiatif untuk mencari rumah sakit terdekat, namun nyawa Virendy Marjefy sudah tidak tertolong lagi.