Menggencarkan Anak Muda Masuk Politeknik, Solusi Menghadapi Bonus Demografi Indonesia

Menggencarkan Anak Muda Masuk Politeknik, Solusi Menghadapi Bonus Demografi Indonesia

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Untuk mengatasi masalah ini, peran berbagai stakeholder sangat penting. Media, misalnya, dapat berfungsi sebagai jembatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat pendidikan vokasi.

Dengan mengedukasi publik tentang peluang kerja yang tersedia bagi lulusan vokasi, diharapkan minat masyarakat dapat meningkat.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri juga diperlukan untuk menciptakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dalam rangka menghadapi bonus demografi ini, peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan vokasi menjadi krusial. Jika Indonesia mampu memanfaatkan potensi ini dengan baik, bukan tidak mungkin negara ini akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan dari semua pihak, termasuk media dan komunitas, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.

Konsorsium Politeknik di Sultanbatara

Upaya untuk 'membumikan' pendidikan vokasi ke masyarakat digencarkan Konsorsium Politeknik di Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara.

Konsorsium ini Sultanbatara ini tergabung dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan,
Politeknik Bosowa dan Politeknik Bombana.

Konsorsium ini diketuai Dr. ENG. Baso Nasrullah, ST., MT, Dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang. Baso dan timnya mengundang para jurnalis mengikuti bootcamp yang digelar di Malino selama 3-4 November 2024.

Cara ini menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kepopuleran pendidikan vokasi. Dengan menggandeng media, selama ini banyak dirasakan membantu membumikan pendidikan vokasi ke masyarakat.

-------