"Atmosfer stadion ini benar-benar luar biasa. Sangat sulit bagi tim tamu untuk mendapatkan poin di sini," katanya.
"Saya senang kami mencetak dua gol, tetapi saya juga kecewa karena kami kebobolan dua gol. Ini menunjukkan betapa kompetitifnya laga ini," lanjutnya.
Stadion Kie Raha memang dikenal sebagai salah satu arena dengan atmosfer paling berenergi di Liga 1.
Dengan latar belakang pegunungan dan tepian laut yang memukau, stadion ini bukan hanya menjadi rumah bagi Malut United, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat Ternate.
Kekecewaan di Kubu Tuan Rumah
Sementara itu, pelatih Malut United, Imran Nahumarury, mengungkapkan rasa kecewanya atas hasil tersebut.
"Target kami adalah menang, apalagi di kandang sendiri. Namun, kami kembali kebobolan lewat situasi set-piece, hal yang seharusnya bisa kami antisipasi lebih baik," ujarnya.
Imran menegaskan bahwa timnya akan segera fokus pada pertandingan berikutnya melawan PSIS Semarang.
"Kami harus belajar dari kesalahan ini. Laga melawan PSIS akan menjadi ujian besar lainnya," tambahnya.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola










