“Makassar siap menjadi tuan rumah berbagai agenda besar pariwisata nasional, termasuk MUNAS ASITA mendatang,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati menyampaikan bahwa sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang triwulan pertama tahun 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari–Maret 2026 tumbuh sebesar 8,62 persen atau mencapai 3,44 juta kunjungan.
Sementara perjalanan wisatawan nusantara meningkat sebesar 13,14 persen dengan total mencapai 319,51 juta perjalanan.

“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh positif di tengah tantangan global. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta harus terus diperkuat,” ujar Ni Luh.
Ia juga menegaskan pentingnya peran ASITA dalam mendukung promosi pariwisata nasional, penguatan industri perjalanan wisata, serta inovasi paket wisata yang kompetitif di tengah tantangan tingginya harga tiket penerbangan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan desa wisata, penguatan digitalisasi promosi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata.

“Forum Rakernas ASITA ini bukan hanya forum koordinasi organisasi, tetapi juga ruang lahirnya gagasan dan inovasi untuk memperkuat industri pariwisata nasional,” ungkap Fatmawati.
Ketua Umum DPP ASITA, Nunung Rusmiati turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pelaksanaan Rakernas II ASITA 2026.
Menurutnya, Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional dan industri perjalanan wisata Indonesia.










