Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia di bidang haji dan umrah. Karena itu, keberadaan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah dinilai sangat strategis dalam menyiapkan tenaga profesional di masa mendatang.
“Mahasiswa manajemen haji dan umrah harus kuat dalam manajemen sekaligus memahami syariat,” jelasnya di hadapan peserta kuliah umum.
Lebih lanjut, ia membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam pelayanan ibadah haji, mulai dari petugas lokal hingga program magang yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Sementara itu, Ketua HMJ MHU, Sapnah, menilai kegiatan kuliah umum tersebut bukan hanya menjadi ruang pembelajaran teori, tetapi juga membuka peluang kolaborasi besar antara kampus dan pemerintah.
“Kegiatan kuliah umum bukan sekadar teori yang bisa didapatkan sesama mahasiswa atau HMJ itu sendiri, tetapi ini adalah kolaborasi yang sangat luar biasa yang bisa diciptakan dengan menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah ke ruang lingkup UIN Alauddin Makassar,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Aula kegiatan dipenuhi peserta hingga sebagian mahasiswa harus duduk di sisi ruangan untuk mengikuti jalannya acara.
Kuliah umum tersebut ditutup dengan harapan agar sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Haji dan Umrah terus diperkuat demi meningkatkan kualitas pelayanan jamaah Indonesia di masa mendatang.
Penulis: Muh Ibnu Yassir










